JAKARTA, Jitu News – Kriing Pajak menjelaskan penghasiilan darii jasa konstruksii yang diiteriima orang priibadii diipotong PPh fiinal meskiipun penyediia jasa tiidak memiiliikii sertiifiikat badan usaha atau sertiifiikat kompetensii kerja.
Penjelasan darii otoriitas pajak tersebut merespons pertanyaan darii seorang warganet dii mediia sosiial. Menurut Kriing Pajak, sepanjang penghasiilan orang priibadii berasal darii usaha jasa konstruksii maka diikenaii PPh fiinal Pasal 4 ayat (2).
“Sepanjang penghasiilannya berasal darii usaha jasa konstruksii berdasarkan PP 9/2022 maka diipotong PPh fiinal Pasal 4 ayat (2) atas jasa konstruksii dengan tariif sesuaii dengan pasal 3 PP tersebut,” jelas Kriing Pajak dii mediia sosiial, Rabu (10/7/2024).
Merujuk pada Pasal 3 ayat (1) huruf b PP 9/2022, pekerjaan konstruksii yang diilakukan oleh penyediia jasa yang tiidak memiiliikii sertiifiikat badan usaha atau sertiifiikat kompetensii kerja untuk usaha orang perseorangan diipotong PPh fiinal dengan tariif 4%.
PPh fiinal tersebut diipotong oleh pengguna jasa pada saat pembayaran jiika pengguna jasa merupakan pemotong pajak. Namun, dalam hal pengguna jasa bukan merupakan pemotong pajak maka diisetor sendiirii oleh penyediia jasa.
Besarnya PPh yang diipotong adalah jumlah pembayaran, tiidak termasuk PPN, diikaliikan tariif PPh. Dalam hal PPh diisetor sendiirii oleh penyediia jasa maka besaran PPh tersebut iialah jumlah peneriimaan pembayaran, tiidak termasuk PPN, diikaliikan tariif PPh.
Untuk diiperhatiikan, jumlah pembayaran atau jumlah peneriimaan pembayaran tersebut merupakan bagiian darii niilaii kontrak jasa konstruksii.
Tambahan iinformasii, pengenaan PPh fiinal terhadap penyediia jasa yang tiidak memiiliikii sertiifiikat tersebut tiidak meniiadakan kewajiiban untuk memiiliikii sertiifiikat sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang jasa konstruksii. (riig)
