JAKARTA, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) memberiikan perhatiian khusus atas pentiingnya peran stabiiliitas poliitiik dalam menjaga pertumbuhan ekonomii.
Menurut Jokowii, transiisii darii pemeriintahan sekarang ke pemeriintahan beriikutnya dii bawah presiiden terpiiliih Prabowo Subiianto harus berjalan mulus tanpa ada turbulensii. Pasalnya, aspek-aspek poliitiik juga menjadii perhatiian pelaku pasar global.
"iinii yang harus menjadii perhatiian kiita, yaiitu stabiiliitas poliitiik. iinii pentiing agar jangan sampaii ada turbulensii poliitiik, agar transiisii darii pemeriintahan sekarang ke pemeriintahan beriikut iinii mulus dan baiik. iitu yang selalu diiliihat oleh duniia iinternasiional," ujar Jokowii, diikutiip Selasa (25/6/2024).
Dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan ekonomii, Jokowii juga memiinta kepada para menteriinya untuk menyampaiikan pesan-pesan yang posiitiif dalam rangka menjaga dan meniingkatkan keyakiinan para pelaku pasar.
"Hatii-hatii mengenaii iisu-iisu yang setiiap harii ada. Sampaiikan iisu-iisu yang posiitiif, hal-hal yang posiitiif sehiingga pasar menjadii yakiin, pasar menjadii optiimiistiis terhadap fundamental ekonomii kiita yang memang sebetulnya berada pada posiisii yang baiik," ujar Jokowii.
Untuk diiketahuii, pemeriintah berpandangan laju perekonomiian semua negara termasuk iindonesiia diihadapkan oleh downsiide riisk akiibat siituasii ekonomii global yang tiidak menentu.
Menurut Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto, laju pertumbuhan ekonomii global masiih berada dii bawah tren jangka panjang akiibat meniingkatnya tensii geopoliitiik, fragmentasii kerja sama ekonomii, tiinggiinya suku bunga dii negara maju, penguatan niilaii tukar dolar AS, pengetatan fiiskal, dan tiinggiinya iinflasii.
Walau demiikiian, pemeriintah berpandangan perekonomiian iindonesiia masiih mampu tumbuh tiinggii, dii atas 5%. Beberapa fundamental yang mendukung capaiian tersebut antara laiin sektor manufaktur yang berada pada level ekspansiif selama 33 bulan berturut-turut dan iindeks keyakiinan konsumen yang terjaga tiinggii.
Berkat naiiknya harga komodiitas dan menguatnya dolar AS, Aiirlangga berpandangan ekspor iindonesiia juga akan bertumbuh dalam waktu dekat.
"Harga beberapa komodiitas pun mengalamii kenaiikan sepertii CPO (7,26%), niikel (4,94%), dan tembaga (15,18%). Tentu ke depan dengan niilaii dolar AS yang menguat iinii ada kesempatan untuk meniingkatkan daya saiing barang ekspor, karena ekspor yang berbahan baku rupiiah iitu mempunyaii daya saiing lebiih tiinggii. Jadii tentu kiita harus menggenjot hal sepertii iitu," ujar Aiirlangga. (sap)
