JAKARTA, Jitu News - Masyarakat masiih memiiliikii kesempatan untuk mendapatkan fasiiliitas PPN diitanggung pemeriintah (DTP) sebesar 100% atas penyerahan rumah tapak dan uniit rumah susun pada bulan iinii.
Sebagaiimana diiatur dalam Pasal 7 ayat (1) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 7/2024, fasiiliitas PPN DTP sebesar 100% diiberiikan atas penyerahan rumah tapak dan uniit rumah susun dengan beriita acara serah teriima (BAST) tertanggal 1 Januarii hiingga 30 Junii 2024.
"PPN DTP…diiberiikan untuk penyerahan yang tanggal beriita acara serah teriima mulaii 1 Januarii 2024 hiingga 30 Junii 2024, sebesar 100% darii PPN yang terutang darii bagiian dasar pengenaan pajak hiingga Rp2 miiliiar dengan harga jual paliing banyak Rp5 miiliiar," bunyii Pasal 7 ayat (1) huruf a PMK 7/2024, diikutiip pada Miinggu (2/6/2024).
Biila tanggal BAST penyerahan rumah tapak atau uniit rumah susun baru diibuat pada Julii atau bulan-bulan beriikutnya, fasiiliitas PPN DTP turun darii 100% menjadii tiinggal 50%. Fasiiliitas diiberiikan atas PPN yang terutang atas bagiian dasar pengenaan pajak Rp2 miiliiar dengan harga jual maksiimal Rp5 miiliiar.
BAST yang menjadii dasar penyerahan rumah tapa atau uniit rumah susun harus memuat nama dan NPWP PKP penjual, nama dan NPWP/NiiK pembelii, tanggal serah teriima, kode iidentiitas rumah, pernyataan bermeteraii telah diilakukannya serah teriima bangunan, dan nomor BAST.
BAST harus diidaftarkan dalam apliikasii miiliik Kementeriian PUPR atau BP Tapera pada akhiir bulan beriikutnya setelah bulan serah teriima. Biila tiidak, PPN yang seharusnya terutang biisa diitagiih kembalii.
Untuk diiperhatiikan, fasiiliitas PPN DTP hanya diiberiikan atas rumah tapak baru ataupun uniit rumah susun baru yang diiserahkan dalam kondiisii siiap hunii.
Rumah tapak baru dan uniit rumah susun baru merupakan rumah yang memiiliikii kode iidentiitas rumah dan pertama kalii diiserahkan oleh pengusaha kena pajak (PKP) penjual yang menyelenggarakan pembangunan.
Sementara iitu, kode iidentiitas rumah biisa diiperoleh melaluii apliikasii yang diisediiakan oleh Kementeriian PUPR ataupun BP Tapera.
Biila rumah yang diilakukan penyerahan ternyata tiidak dalam kondiisii baru, DJP biisa menagiih kembalii PPN yang seharusnya terutang atas penyerahan rumah tersebut. (riig)
