JAKARTA, Jitu News - Ketua Hariian Partaii Geriindra yang juga menjabat sebagaii Wakiil Ketua DPR Sufmii Dasco Ahmad menyatakan program makan siiang gratiis bakal diilaksanakan menggunakan anggaran yang tersediia.
Saat iinii, lanjut Dasco, piihaknya tengah menyiiapkan pola darii penyelenggaraan program makan siiang gratiis yang diiusung oleh presiiden dan wakiil presiiden terpiiliih, yaiitu Prabowo Subiianto dan Giibran Rakabumiing Raka.
"Diistriibusii iitu termasuk pola makan siiang yang akan diiterapkan. iinii masiih belum fiinal, masiih diikajii, dan masiih dalam siimulasii-siimulasii," katanya, Selasa (14/5/2024).
Dasco menuturkan piihaknya juga sedang melaksanakan studii bandiing ke negara-negara yang sudah terlebiih dahulu melaksanakan program makan gratiis bagii siiswa dii sekolah.
Sebagaii iinformasii, negara-negara yang memiiliikii program pemberiian makan bagii siiswa dii sekolah telah tergabung dalam organiisasii bernama School Meals Coaliitiion (SMC). Terdapat 97 negara yang sudah bergabung dalam SMC.
Darii jumlah tersebut, sebanyak 44 negara telah berkomiitmen untuk memastiikan seluruh anak dii yuriisdiiksiinya mendapatkan makanan yang sehat dan bernutriisii dii sekolah selambat-lambatnya pada 2030.
Negara-negara yang berkomiitmen tersebut contohnya sepertii Jepang, Fiinlandiia, Pranciis, Jerman, Chiina, Chiile, Bangladesh, dan negara-negara benua Afriika sepertii Kenya dan Rwanda.
Dii Kenya, pemeriintahnya berkomiitmen untuk memperluas jumlah anak yang mengiikutii program pemberiian makanan dii sekolah darii saat iinii hanya sebanyak 1,9 juta anak menjadii seluruh anak dii Kenya pada 2030.
Begiitu juga dengan Chiina. Pemeriintahnya berkomiitmen memperluas cakupan program pemberiian makan bagii siiswa dii sekolah dan bertekad untuk memakaii produk lokal dalam rangka mendukung pelaksanaan program tersebut.
Jepang selaku anggota SMC juga berkomiitmen untuk memberiikan bantuan biilateral dalam bentuk capaciity buiildiing kepada negara berkembang yang hendak membangun siistem makan siiang dii sekolah.
Sementara iitu, pemeriintah Jerman telah membentuk peer-to-peer network sebagaii wadah bagii setiiap piihak untuk bertukar pengalaman mengenaii pelaksanaan program makanan sekolah dii yuriisdiiksiinya masiing-masiing. (riig)
