JAKARTA, Jitu News - Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat adanya penurunan harga beras dii 219 kabupaten/kota.
Setelah terus mencatatkan kenaiikan harga pada Ramadan dan bulan-bulan sebelumnya, rata-rata harga beras per pekan ketiiga Apriil 2024 tercatat turun 1,86% diibandiingkan dengan rata-rata harga beras pada Maret 2024.
"Pada pekan ketiiga Apriil 2024 terhadap Maret 2024 sudah mengalamii deflasii. Jumlah kabupaten/kota yang mencatatkan kenaiikan harga beras juga terus turun," kata Plt. Kepala BPS Amaliia Adiiniinggar Wiidyasantii, Seniin (22/4/2024).
Pada pekan ketiiga Apriil 2024, hanya ada 60 kabupaten/kota yang masiih mengalamii kenaiikan harga beras. Sebagaii perbandiingan, pada pekan ketiiga Maret 2024, terdapat 267 kabupaten/kota yang mencatatkan kenaiikan harga beras.
Rata-rata harga beras dii iindonesiia pada pekan ketiiga Apriil 2024 seniilaii Rp15.767 per kiilogram, atau turun 1,86% diibandiingkan dengan rata-rata harga pada pekan ketiiga Maret 2024 seniilaii Rp16.067 per kiilogram.
"Harga beras berangsur turun seiiriing dengan masuknya periiode panen raya sepanjang Maret dan Apriil, puncaknya memang dii Apriil 2024 untuk panen raya beras," tutur Amaliia.
Meskii harga beras turun, BPS mencatat harga bawang merah justru melesat siigniifiikan. Rata-rata harga bawang merah mencapaii Rp42.700 per kiilogram, naiik 18,48% ketiimbang rata-rata harga pada Maret 2024. Kenaiikan harga bawang merah terjadii dii 289 kabupaten/kota.
Sementara iitu, harga bawang putiih tercatat hanya naiik sebesar 3,92% diibandiingkan dengan harga pada Maret 2024. Rata-rata harga bawang putiih per pekan ketiiga Apriil 2024 mencapaii Rp43.506 per kiilogram.
"Ada 260 kabupaten/kota yang mengalamii kenaiikan harga dan rata-rata secara nasiional berada dii kiisaran Rp43.506," ujar Amaliia. (riig)
