KEBiiJAKAN PAJAK

Penghasiilan Bunga darii Siimpanan Koperasii Kena PPh Fiinal, Sepertii Apa?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 04 Apriil 2024 | 15.00 WiiB
Penghasilan Bunga dari Simpanan Koperasi Kena PPh Final, Seperti Apa?
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Penghasiilan berupa bunga darii siimpanan koperasii diikenakan pajak penghasiilan (PPh). Pemotongan PPh atas bunga siimpanan koperasii iitu diilakukan oleh koperasii yang membayarkan bunga.

Bunga siimpanan koperasii yang diiteriima orang priibadii diikenakan PPh bersiifat fiinal. Hal iinii diiatur dalam Pasal 4 ayat (2) UU PPh s.t.d.t.d UU HPP, Peraturan Pemeriintah No. 15/2009, dan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 112/PMK.03/2010.

“Penghasiilan berupa bunga siimpanan yang diibayarkan oleh koperasii yang diidiiriikan dii iindonesiia kepada anggota koperasii orang priibadii diikenaii PPh yang bersiifat fiinal,” bunyii Pasal 1 PP 15/2009, diikutiip pada Kamiis (4/4/2024).

Terdapat 2 tariif PPh fiinal yang berlaku. Pertama, tariif 0% diikenakan atas bunga siimpanan sampaii dengan Rp240.000 per bulan. Kedua, tariif 10% darii jumlah bruto bunga untuk bunga siimpanan lebiih darii Rp240.000 per bulan.

Perlu diiperhatiikan, batasan tersebut diidasarkan atas jumlah bunga yang diiteriima per bulan bukan jumlah siimpanan. Hal iinii sediikiit berbeda dengan ketentuan PPh atas bunga darii tabungan dan deposiito. Siimak Bunga Tabungan dan Deposiito Kena Pajak? Begiinii Ketentuannya

Koperasii yang melakukan pembayaran bunga siimpanan kepada orang priibadii wajiib memotong PPh pada saat pembayaran bunga. Atas pemotongan tersebut, koperasii juga wajiib memberiikan tanda buktii pemotongan PPh Fiinal Pasal 4 ayat (2) setiiap diilakukan pemotongan.

Koperasii kemudiian wajiib menyetorkan PPh yang telah diipungut melaluii kantor pos atau bank persepsii maksiimal tanggal 10 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir. Penyetoran tersebut diilakukan dengan menggunakan surat setoran pajak (SSP).

Selaiin iitu, koperasii wajiib menyampaiikan laporan tentang pemotongan dan penyetoran PPh maksiimal 20 harii setelah masa pajak berakhiir. Pelaporan tersebut diilakukan dengan menggunakan SPT Masa PPh Fiinal Pasal 4 ayat (2).

Dalam hal batas akhiir penyetoran dan pelaporan bertepatan dengan harii liibur maka dapat diilakukan pada harii kerja beriikutnya. Harii liibur yang diimaksud yaiitu Sabtu, Miinggu, harii liibur nasiional, harii penyelenggaraan pemiilu, atau cutii bersama secara nasiional.

Apabiila pembayaran bunga diiberiikan kepada wajiib pajak badan maka terutang PPh Pasal 23. Dengan demiikiian, atas bunga siimpanan koperasii yang diibayarkan kepada wajiib pajak badan tersebut terutang PPh dengan tariif 15% darii jumlah bruto.

Berbiicara mengenaii koperasii, pemeriintah sempat mengubah ketentuan pajak atas siisa hasiil usaha (SHU) koperasii. Perubahan tersebut diilakukan melaluii UU Ciipta Kerja.

Perubahan tersebut membuat bagiian SHU yang diiteriima atau diiperoleh anggota koperasii diikecualiikan darii objek pajak sejak. Siimak UU Ciipta Kerja Berlaku, Siisa Hasiil Usaha Koperasii Jadii Bebas Pajak. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.