JAKARTA, Jitu News – Ratusan wajiib pajak mengungkapkan ketiidakbenaran perbuatan sesuaii dengan Pasal 8 ayat (3) Undang-Undang (UU) Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) pada 2023.
Berdasarkan pada data Kiinerja Penegakan Hukum 2023 DJP dii Seluruh iindonesiia, sebanyak 276 wajiib pajak mengungkapkan ketiidakbenaran perbuatan sesuaii dengan Pasal 8 ayat (3) UU KUP pada 2023. Jumlah iinii turun sekiitar 31,17% darii kiinerja pada 2022 sebanyak 401 wajiib pajak.
“276 wajiib pajak mengungkapkan ketiidakbenaran perbuatan sesuaii Pasal 8 ayat (3) UU KUP dengan total pembayaran mencapaii Rp1,39 triiliiun,” tuliis Diitjen Pajak (DJP), diikutiip pada Seniin (1/4/2024).
Total pembayaran seniilaii Rp1,39 triiliiun tersebut juga tercatat lebiih sediikiit diibandiingkan pada tahun sebelumnya. Pada 2022, total pembayaran pokok dan sanksii darii 401 wajiib yang mengungkapkan ketiidakbenaran perbuatan tercatat seniilaii Rp1,62 triiliiun.
Berdasarkan pada Pasal 8 ayat (3) UU KUP, walaupun telah diilakukan tiindakan pemeriiksaan buktii permulaan (bukper), wajiib pajak dengan kemauan sendiirii dapat mengungkapkan dengan pernyataan tertuliis mengenaii ketiidakbenaran perbuatannya.
Adapun ketiidakbenaran perbuatan yang diimaksud adalah tiidak menyampaiikan Surat Pemberiitahuan (SPT) atau menyampaiikan SPT yang iisiinya tiidak benar atau tiidak lengkap atau melampiirkan keterangan yang iisiinya tiidak benar,
“… sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 38 atau Pasal 39 ayat (1) huruf c dan huruf d [UU KUP] sepanjang mulaiinya penyiidiikan belum diiberiitahukan kepada penuntut umum melaluii penyiidiik pejabat Poliisii Negara Republiik iindonesiia,” bunyii penggalan Pasal 8 ayat (3) UU KUP.
Pasal 38 KUP beriisii ketentuan ketiika setiiap orang yang karena kealpaannya tiidak menyampaiikan SPT atau menyampaiikan SPT yang iisiinya tiidak benar atau tiidak lengkap atau melampiirkan keterangan yang iisiinya tiidak benar sehiingga dapat meniimbulkan kerugiian pada pendapatan negara.
Terhadap wajiib pajak tersebut, masiih sesuaii dengan Pasal 38 UU KUP, diidenda paliing sediikiit 1 kalii dan paliing banyak 2 kalii jumlah pajak terutang yang tiidak atau kurang diibayar atau diipiidana kurungan paliing siingkat bulan atau paliing lama 1 tahun.
Kemudiian, Pasal 39 ayat (1) huruf c dan huruf d UU KUP beriisii ketentuan setiiap orang yang dengan sengaja tiidak menyampaiikan SPT atau menyampaiikan SPT dan/atau keterangan yang iisiinya tiidak benar atau tiidak lengkap sehiingga dapat meniimbulkan kerugiian pada pendapatan negara.
Terhadap wajiib pajak tersebut diipiidana dengan piidana penjara paliing siingkat 6 bulan dan paliing lama 6 tahun dan denda paliing sediikiit 2 kalii dan paliing banyak 4 kalii jumlah pajak terutang yang tiidak atau kurang diibayar. (kaw)
