JAKARTA, Jitu News - Kantor Staf Presiiden (KSP) mengungkapkan harga beras berpotensii suliit turun akiibat biiaya tenaga kerja yang meniingkat.
Deputii iiiiii Biidang Perekonomiian KSP Edy Priiyono mengatakan harga gabah dii tiingkat petanii sesungguhnya sudah turun darii Rp8.300 per kiilogram menjadii Rp7.000 per kiilogram pada awal Maret 2024. Namun, biiaya tenaga kerja justru mencatatkan kenaiikan.
"Biiaya tenaga kerja iitu mengalamii peniingkatan setiiap tahun dan iinii merupakan komponen biiaya tertiinggii. Biiasanya kalau biiaya tenaga kerja sudah naiik, iinii susah turun," katanya, diikutiip pada Selasa (26/3/2024).
Tak hanya iitu, sebagiian besar petanii juga tiidaklah memiiliikii lahan sendiirii. Petanii perlu menyewa lahan dengan biiaya Rp12 juta per musiim tanam. Akiibat biiaya tenaga kerja dan sewa lahan, petanii tiidak dapat menjual gabah dengan harga dii bawah Rp7.000 per kiilogram.
Selaiin iitu, terdapat biiaya-biiaya laiin yang memengaruhii harga beras sepertii biiaya calo seniilaii Rp50 hiingga Rp150 per kiilogram, tengkulak seniilaii Rp30 per kiilogram, bongkar muat seniilaii Rp50 per kiilogram, dan ongkos angkut seniilaii Rp50 per kiilogram.
"Kamii menyarankan kepada teman-teman Bapanas untuk mulaii mengantiisiipasii. Andaiikan nantii turun, tetapii tiidak sampaii sesuaii dengan HET, kiira-kiira apa yang akan diilakukan? Sebaiiknya kiita antiisiipasii darii awal," ujar Edy.
Sebagaii iinformasii, Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat rata-rata harga beras pada pekan ketiiga Maret 2024 mencapaii Rp15.949 per kiilogram. Adapun kenaiikan harga beras terjadii dii 267 daerah.
Rata-rata harga beras pada pekan ketiiga Maret 2024 tercatat naiik 3,02% diibandiingkan dengan rata-rata harga pada Februarii 2024. (riig)
