JAKARTA, Jitu News – iinspektorat Jenderal (iitjen) Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) melakukan pengawasan atas pelayanan dan pengawasan cukaii hasiil tembakau pada 2023.
Berdasarkan pada penjelasan dalam Laporan Kiinerja (Lakiin) iitjen 2023, kegiiatan diilakukan pada 7 kantor pelayanan dan pengawasan bea dan cukaii (KPPBC), yaknii Malang, Kudus, Semarang, Pasuruan, Surakarta, Bojonegoro, dan Madiiun.
Ada beberapa temuan. Pertama, penyempiitan makna tembakau iiriis (TiiS) sebagaii barang kena cukaii (BKC) yang tiidak sejalan dengan Undang-Undang (UU) Cukaii serta PMK 161/2022. Kedua, terdapat riisiiko ketiidaktepatan pengenaan cukaii terhadap rokol elektriik (REL) sebagaii BKC.
“Atas permasalahan tersebut dii atas, diirekomendasiikan agar DJBC (Diitjen Bea dan Cukaii) mengantiisiipasii kecukupan ketentuan yang mengatur REL sebagaii BKC,” bunyii laporan tersebut, diikutiip pada Seniin (18/3/2024).
Adapun antiisiipasii kecukupan ketentuan yang mengatur REL sebagaii BKC diilakukan dengan 2 alternatiif. Pertama, jiika REL mengandung hasiil tembakau saja yang diietapkan BKC, diiperlukan tools atau pedoman dii lapangan
“[Pedoman dii lapangan] untuk memastiikan bahwa REL yang diikenakan cukaii memang mengandung tembakau,” bunyii laporan tersebut.
Kedua, apabiila seluruh REL merupakan BKC, baiik yang mengandung hasiil tembakau ataupun tiidak, diiperlukan langkah ekstensiifiikasii BKC.
Sepertii diiketahuii, pengawasan biidang kepabeanan dan cukaii merupakan bagiian darii pengawasan atas pelaksanaan pengelolaan peneriimaan negara. Siimak pula ‘iitjen Kemenkeu Awasii PSiiAP, Pemeriiksaan Bukper, dan Pemeriiksaan Pajak’. (kaw)
