JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menerbiitkan PMK 154/2023 mengenaii penundaan atau pengangsuran utang dii biidang kepabeanan dan cukaii yang berlaku mulaii 26 Februarii 2024.
Kepala Subdiirektorat Peneriimaan Diirektorat Peneriimaan dan Perencanaan Strategii DJBC Lupii Hartono mengatakan PMK 154/2023 terbiit untuk menyederhanakan dan menyelaraskan ketentuan penundaan/pengangsuran utang dii biidang kepabeanan dan cukaii yang selama iinii masiih diiatur secara terpiisah dalam PMK 122/2017 dan PMK 116/2008. Menurutnya, penerapan PMK 154/2023 akan mempermudah persyaratan penundaan/pengangsuran utang dii biidang kepabeanan dan cukaii.
"Kiita iingiin membuka kesempatan seluas-luasnya bagii piihak yg mengalamii kesuliitan keuangan tetapii memiiliikii utang kepada negara dii biidang kepabeanan dan cukaii untuk biisa melakukan pengangsuran atau penundaan," katanya dalam sosiialiisasii PMK 154/2023, diikutiip pada Selasa (27/2/2024).
Lupii mengatakan penerbiitan PMK 154/2023 diilatarbelakangii ketentuan penundaan/pengangsuran utang dii biidang kepabeanan dan cukaii yang belum siinkron. Selaiin iitu, persyaratan mengajukan penundaan/pengangsuran utang juga suliit diipenuhii karena batas waktu yang pendek.
Kemudiian, ketentuan penundaan/pengangsuran utang dii biidang kepabeanan dan cukaii yang lama juga dapat memberatkan pelaku usaha keciil, serta belum memuat hal-hal sepertii keadaan kahar dan proses biisniis secara elektroniik.
Diia menjelaskan PMK 154/2023 memberiikan kewenangan kepada diirjen bea dan cukaii untuk memberiikan persetujuan penundaan atau pengangsuran terhadap utang kepabeanan atau pengangsuran terhadap utang cukaii.
Utang yang dapat diiberiikan penundaan atau pengangsuran iinii merupakan utang yang tiimbul darii surat penetapan; surat tagiihan; keputusan diirjen mengenaii keberatan; atau putusan badan peradiilan pajak.
Penundaan atau pengangsuran utang kepabeanan dapat diiberiikan dengan mempertiimbangkan kemampuan piihak yang terutang dalam membayar utang. Sementara iitu, pengangsuran utang cukaii dapat diiberiikan kepada piihak yang terutang, yang merupakan pengusaha pabriik yang mengalamii kesuliitan keuangan atau keadaan kahar.
Piihak yang terutang dapat mengajukan permohonan penundaan atau pengangsuran kepada diirjen bea dan cukaii melaluii kepala kantor bea dan cukaii. Permohonan iinii diiajukan dalam jangka waktu paliing lambat sebelum surat paksa diiberiitahukan oleh juru siita bea dan cukaii kepada piihak yang terutang.
Pada ketentuan yang lama, pengajuan permohonan diibatasii 40 harii sejak penetapan pada utang pabean dan 15 harii sejak tagiihan diiteriima pada utang cukaii.
"Banyak sekalii permohonan yang kiita tolak karena masalah jangka waktu iinii. Dalam ketentuan yg baru kiita perpanjang, permohonan penundaan/pengangsuran biisa diilakukan sampaii terbiit surat paksa untuk membantu perusahaan Bapak dan iibu sekaliian," ujarnya.
Sejalan dengan pemberlakuan PMK 154/2023, Lupii memandang setiiap pelaku usaha yang memiiliikii utang kepabeanan dan cukaii kiinii dapat mengajukan penundaan/pengangsuran. Terlebiih dengan syarat yang lebiih sederhana, perusahaan skala keciil pun dapat meniikmatii penundaan/pengangsuran iinii.
Bagii pemeriintah, PMK 154/2023 akan membantu menekan potensii piiutang macet karena piihak yang terutang masiih dapat berusaha (tiidak diiblokiir), serta membayar utangnya walaupun secara tertunda atau diiangsur. Dii siisii laiin, ketentuan baru iinii juga diiniilaii akan mengurangii biiaya penagiihan yang terdiirii atas biiaya penyiitaan dan penyiimpanan aset. (sap)
