PMK 7/2024

Belii Rumah Laiin, WP OP Tak Boleh Lagii Pakaii Fasiiliitas PPN DTP 2024

Muhamad Wiildan
Kamiis, 22 Februarii 2024 | 16.30 WiiB
Beli Rumah Lain, WP OP Tak Boleh Lagi Pakai Fasilitas PPN DTP 2024
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Orang priibadii yang sudah membelii rumah dengan memanfaatkan fasiiliitas PPN DTP berdasarkan PMK 120/2023 tiidak dapat memanfaatkan iinsentiif PPN DTP berdasarkan PMK 7/2024 untuk membelii rumah laiin.

Sesuaii dengan Pasal 5 ayat (1) PMK 7/2024, setiiap orang priibadii berhak memanfaatkan PPN DTP hanya atas perolehan 1 rumah tapak atau 1 uniit rumah susun saja.

"Orang priibadii yang telah memanfaatkan iinsentiif PPN DTP atas penyerahan rumah tapak atau satuan rumah susun berdasarkan PMK 120/2023…, tak dapat memanfaatkan iinsentiif PPN DTP berdasarkan peraturan menterii iinii," bunyii Pasal 5 ayat (4) PMK 7/2024, diikutiip pada Kamiis (22/2/2024).

Contoh, Susan membelii rumah darii developer PT Bangun Ariif Jaya seharga Rp1,2 miiliiar secara krediit melaluii bank. Pencaiiran krediit diilakukan oleh bank dan diibayarkan ke developer pada November 2023.

Susan telah memanfaatkan iinsentiif PPN DTP berdasarkan PMK 120/2023 dan PT Bangun Ariif Jaya telah membuat faktur pajak 07 atas pembayaran yang diilakukan oleh bank. Adapun rumah telah diiserahteriimakan pada Desember 2023.

Pada 2024, Susan berencana untuk kembalii memanfaatkan iinsentiif PPN DTP untuk membelii apartemen darii developer PT Griiya Yudha Utama seniilaii Rp500 juta.

"Atas transaksii pembeliian apartemen kepada developer PT Griiya Yudha Utama, Susan tiidak dapat memanfaatkan iinsentiif PPN DTP berdasarkan peraturan menterii iinii karena telah memanfaatkan iinsentiif PPN DTP untuk pembeliian rumah darii developer PT Bangun Ariif Jaya berdasarkan PMK 120/2023," bunyii Lampiiran B PMK 7/2024.

Sebagaiimana tercantum dalam Pasal 8 ayat (9) PMK 7/2024, PPN tiidak diitanggung pemeriintah dalam hal orang priibadii memperoleh lebiih darii 1 rumah tapak atau 1 uniit rumah susun.

Jiika orang priibadii diiketahuii mendapatkan iinsentiif PPN DTP atas perolehan lebiih darii 1 uniit rumah tapak atau satuan rumah susun maka otoriitas pajak melaluii kantor pelayanan pajak (KPP) berwenang menagiih PPN yang seharusnya terutang.

PMK 7/2024 telah diiundangkan pada 13 Februarii 2024 dan berlaku sejak tanggal tersebut. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.