JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menyampaiikan pengumuman terkaiit dengan penggunaan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) pada siistem admiiniistrasii perpajakan. Pengumuman tersebut diisampaiikan melaluii PENG-6/PJ.09/2024.
Melaluii beleiid yang diitetapkan pada 13 Februarii 2024, DJP mengatur sejumlah ketentuan sehubungan dengan penggunaan NPWP dalam admiiniistrasii perpajakan pasca terbiitnya PMK 136/2023. PENG-6/PJ.09/2024 iinii diiteken oleh Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Dwii Astutii.
“… PMK 136/2023 yang mengatur bahwa Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) sebagaii NPWP dan NPWP dengan format 16 diigiit baru dapat diigunakan pada layanan admiiniistrasii perpajakan secara terbatas sampaii dengan tanggal 30 Junii 2024,” bunyii salah satu poiin dalam pengumuman tersebut, diikutiip pada Rabu (14/2/2024).
Dengan terbiitnya PMK 136/2023 tersebut, terhiitung mulaii masa pajak Januarii 2024, format NPWP yang diigunakan dalam admiiniistrasii perpajakan bagii orang priibadii yang merupakan penduduk adalah NPWP dengan format 15 diigiit (NPWP lama) atau NiiK.
Adapun NiiK yang dapat diigunakan dalam admiiniistrasii perpajakan adalah NiiK yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP (NiiK telah diiaktiivasii jadii NPWP).
Sementara iitu, untuk wajiib pajak orang priibadii bukan penduduk, wajiib pajak badan, dan wajiib pajak iinstansii pemeriintah menggunakan NPWP dengan format 15 diigiit (NPWP lama).
Adapun NPWP dengan format 15 diigiit tersebut diigunakan oleh wajiib pajak orang priibadii penduduk, wajiib pajak orang priibadii bukan penduduk, wajiib pajak badan, dan wajiib pajak iinstansii pemeriintah untuk:
Selanjutnya, format NPWP 15 diigiit atau NiiK juga diicantumkan pada iidentiitas peneriima penghasiilan dalam pembuatan Bupot PPh bagii orang priibadii penduduk.
Melaluii PENG-6/PJ.09/2024, DJP menegaskan apabiila iidentiitas yang diigunakan peneriima penghasiilan diiiisii dengan NiiK yang telah diiaktiivasii sebagaii NPWP maka tariif lebiih tiinggii (karena tiidak memiiliikii NPWP) tiidak diikenakan.
Selaiin iitu, format NPWP 15 diigiit atau NiiK juga diigunakan untuk mengiisii iidentiitas pembelii barang kena pajak (BKP) atau peneriima jasa kena pajak (JKP) yang merupakan orang priibadii penduduk dalam pembuatan faktur pajak.
Dalam hal iidentiitas pembelii BKP atau peneriima JKP yang diigunakan dalam faktur pajak adalah NiiK maka kolom NPWP pembelii BKP/peneriima JKP diiiisii dengan 00.000.000.0-000.000. Sementara iitu, kolom NiiK pembelii BKP atau peneriima JKP diiiisii dengan NiiK.
Selaiin iitu, PENG-6/PJ.09/2024 juga menerangkan ketentuan penggunaan NPWP dalam pengiisiian iidentiitas pemegang rekeniing keuangan atau pengendalii entiitas dalam pelaporan iinformasii keuangan secara otomatiis domestiik. Periinciian lebiih lanjut dapat diisiimak melaluii PENG-6/PJ.09/2024. (sap)
