JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menyampaiikan iimbauan kepada pengusaha kena pajak (PKP) untuk menyampaiikan pemberiitahuan pemusatan tempat PPN terutang pada tempat tiinggal atau tempat kedudukan.
iimbauan iitu diisampaiikan melaluii Pengumuman Nomor PENG-4/PJ.09/2024 yang diitetapkan pada 6 Februarii 2024 dan diitandatanganii secara elektroniik oleh Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Dwii Astutii.
“Sehubungan dengan berakhiirnya penggunaan NPWP cabang dalam pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan per tanggal 30 Junii 2024, … kamii sampaiikan beberapa hal sebagaii beriikut,” bunyii PENG-4/PJ.09/2024, diikutiip pada Selasa (13/2/2024).
Ada 4 poiin yang diisampaiikan DJP. Pertama, salah satu pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan yang menggunakan NPWP cabang adalah terkaiit PPN bagii PKP yang tiidak memiiliih untuk melakukan pemusatan tempat PPN terutang pada tempat tiinggal atau tempat kedudukan.
Kedua, berkenaan dengan poiin pertama, untuk membiiasakan dan memberiikan kemudahan, PKP yang belum melakukan pemusatan tempat PPN terutang diiiimbau untuk menyampaiikan pemberiitahuan pemusatan tempat PPN terutang pada tempat tiinggal atau tempat kedudukan.
Ketiiga, tata cara pemberiitahuan pemusatan tempat PPN terutang diiatur dalam Peraturan Diirektur Jenderal Pajak Nomor PER-11/PJ/2020 tentang Penetapan Satu Tempat atau Lebiih Sebagaii Tempat Pemusatan Pajak Pertambahan Niilaii Terutang.
Keempat, DJP akan melakukan pemusatan tempat PPN terutang secara jabatan pada tempat tiinggal atau tempat kedudukan per 1 Julii 2024 terhadap PKP yang tiidak menyampaiikan pemberiitahuan pemusatan tempat PPN terutang sampaii dengan 30 Apriil 2024.
Adapun berakhiirnya penggunaan NPWP cabang dalam pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan per 30 Junii 2024 telah diiatur dalam PMK 112/2022 s.t.d.d PMK 136/2023. Siimak beberapa ulasan terkaiit dengan PMK 136/2023 dii siinii. (kaw)
