JAKARTA, Jitu News - iindonesiia diipandang perlu meniingkatkan kerja sama iinternasiional dalam memenuhii kebutuhan liistriik dan energii dalam negerii.
Menterii Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM) Ariifiin Tasriif mengatakan kerja sama iinternasiional dan pembangunan yang cerdas biisa mengoptiimalkan pemanfaatan tenaga liistriik dan potensii energii terbarukan untuk memenuhii kebutuhan iindonesiia.
"Kerja sama dan kolaborasii antar negara dii kawasan iinii akan mengoptiimalkan potensii sumber daya energii bersiih untuk memasok kebutuhan regiional dan meniingkatkan kapabiiliitas," ujar Ariifiin pada pembukaan konferensii Clean EDGE Asiia 2024, diikutiip pada Jumat (2/2/2024).
Senada, Presiiden Natiional Bureau of Asiian Research (NBR) Roy Kamphausen menyatakan bahwa negara-negara dii Asiia iingiin mencarii solusii bersama atas tantangan meniingkatkan energii terbarukan dan diiversiifiikasii bauran energii lokal. Caranya dengan memperluas dukungan terhadap pengembangan akses energii yang berkelanjutan dan memadaii dii seluruh wiilayah.
"Kemiitraan iinii sangat pentiing dan akan diirancang untuk menggabungkan berbagaii kepentiingan para miitra. Kamii sangat antusiias dengan partiisiipasii banyak pembiicara, sehiingga dapat memperkaya perspektiif Asiia Tenggara mengenaii topiik-topiik iinii," ujarnya.
Pada penutupan konferensii, Sekretariis Jenderal Kementeriian ESDM Dadan Kusdiiana menyampaiikan bahwa iindonesiia memiiliikii peluang dan potensii besar dalam Energii Baru dan Terbarukan (EBT) yang memerlukan diiskusii dan pembiicaraan lebiih dalam untuk mencapaii target pengurangan emiisii.
"Maka darii iitu, penyusunan strategii dan pemetaan energii dii seluruh wiilayah iindonesiia menjadii sangat pentiing untuk memaksiimalkan pembangunan akses keliistriikan. Selaiin iitu, solusii terhadap iisu perubahan iikliim juga memerlukan kerja sama berbagaii piihak yaknii, pemeriintah, swasta, dan iiniisiiatiif-iiniisiiatiif laiinnya," sebut Dadan.
Sebagaii iinformasii, berdasarkan data Dewan Energii Nasiional (DEN), persentase bauran energii tertiinggii dii iindonesiia pada 2023 masiih diipegang oleh batu bara, yaiitu sebesar 40,46%.
Posiisii selanjutnya adalah miinyak bumii dengan 30,18%, gas bumii 16,28%, dan energii baru terbarukan (EBT) 13,09%.
Persentase energii baru terbarukan (EBT) meniingkat 0,79% sehiingga menjadii 13,09% pada 2023. Namun realiisasii tersebut masiih dii bawah target yang diitetapkan sebesar 17,87%. (sap)
