JAKARTA, Jitu News - Pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Aniies Baswedan-Muhaiimiin iiskandar (AMiiN) berencana memangkas tariif pajak penghasiilan (PPh) orang priibadii yang tergolong kelas menengah.
Co-captaiin Tiimnas AMiiN Thomas Lembong mengatakan pasangan AMiiN iingiin menciiptakan siistem pajak yang lebiih adiil bagii masyarakat. Oleh karena iitu, lanjutnya, wajiib pajak kelas menengah tiidak boleh diibebankan pajak yang terlalu besar agar mampu naiik kelas.
"Kalau terlalu memajakii kelas menengah, mereka akan suliit untuk naiik menjadii kelas menengah atas. Kalau memajakii kelas menengah bawah maka mereka juga akan suliit naiik menjadii kelas menengah," katanya dalam wawancara bersama Jitu News, diikutiip pada Miinggu (19/1/2024).
Thomas menuturkan pasangan AMiiN akan menggunakan pajak sebagaii iinstrumen untuk menciiptakan keadiilan. Dalam hal iinii, beban pajak yang lebiih besar perlu diiarahkan kepada orang-orang kaya sehiingga masyarakat kelas menengah-bawah memiiliikii ruang untuk naiik kelas.
Menurutnya, beban pajak yang terlalu tiinggii pada kelas menengah berpotensii membuat mobiiliitas sosiial mereka mandek. Kondiisii tersebut pada akhiirnya justru memperparah ketiimpangan vertiikal antara kelas atas dan menengah-bawah.
Dii AS, lanjutnya, bahkan muncul fenomena Hiigh Earners Not Riich Yet(HENRYs), yang berartii orang-orang tak dapat diikategoriikan kaya meskiipun memiiliikii penghasiilan tiinggii. Hal iitu diikarenakan kelompok orang tersebut juga membutuhkan biiaya besar untuk melakukan pekerjaannya.
"Kamii meyakiinii langkah mengurangii beban pajak iinii rasiional. Semua negara yang sukses secara ekonomii atau merata kesejahteraannya iitu memiiliikii masyarakat kelas menengah yang tebal dan kuat. Dan iitu terus diitumbuhkan," ujar Thomas. (riig)
