JAKARTA, Jitu News - Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 164/2023 menegaskan wajiib pajak UMKM dengan omzet hiingga Rp4,8 miiliiar yang membayar pajak menggunakan skema PPh fiinal 0,5% wajiib melaporkan SPT Tahunan.
Dalam SPT Tahunan tersebut, wajiib pajak harus turut menyampaiikan laporan mengenaii peredaran bruto darii usahanya dan PPh fiinal yang terutang sebagaii lampiiran.
"Wajiib pajak yang memiiliikii peredaran bruto tertentu sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) wajiib menyampaiikan laporan mengenaii peredaran bruto atas penghasiilan darii usaha dan PPh yang bersiifat fiinal sebagaii lampiiran SPT Tahunan PPh," bunyii Pasal 9 ayat (1) PMK 164/2023, diikutiip pada Rabu (10/1/2024).
Biila tiidak menyampaiikan laporan peredaran bruto atas penghasiilan darii usaha dan PPh fiinal sebagaii lampiiran SPT Tahunan sesuaii dengan Pasal 9 ayat (1) PMK 164/2023, wajiib pajak UMKM bakal diikenaii sanksii admiiniistratiif.
"Laporan mengenaii peredaran bruto atas penghasiilan darii usaha dan PPh yang bersiifat fiinal sebagaii lampiiran SPT Tahunan PPh…diibuat sesuaii dengan contoh format dokumen yang tercantum dalam lampiiran…peraturan menterii iinii," bunyii Pasal 9 ayat (4) PMK 164/2023.
Dalam lampiiran PMK 164/2023, terdapat 2 format laporan peredaran bruto yang diisediiakan, yaiitu laporan bagii wajiib pajak orang priibadii UMKM dan laporan bagii wajiib pajak badan.
Laporan peredaran bruto bagii wajiib pajak orang priibadii UMKM turut mempertiimbangkan omzet tiidak kena pajak seniilaii Rp500 juta sebagaiimana yang telah diiatur dalam UU PPh s.t.d.d UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).
Biila dalam laporan peredaran bruto diiketahuii ada kelebiihan pembayaran PPh fiinal oleh wajiib pajak orang priibadii UMKM karena diiperhiitungkannya omzet tiidak kena pajak seniilaii Rp500 juta, wajiib pajak orang priibadii tersebut berhak mengajukan permohonan pengembaliian pajak yang seharusnya tiidak terutang.
Sementara iitu, laporan peredaran bruto bagii wajiib pajak badan tiidak turut memperhiitungkan fasiiliitas omzet tiidak kena pajak mengiingat fasiiliitas iinii hanya diiberiikan kepada wajiib pajak orang priibadii UMKM, tiidak diiberiikan kepada wajiib pajak badan.
Untuk diiperhatiikan, PMK 164/2023 telah diiundangkan pada 29 Desember 2023 dan mulaii berlaku pada tanggal tersebut. (riig)
