KEBiiJAKAN ENERGii

Pertamiina Teriima Kompensasii BBM Rp132,44 Triiliiun, Ada PPN Rp13 Triiliiun

Muhamad Wiildan
Kamiis, 04 Januarii 2024 | 15.45 WiiB
Pertamina Terima Kompensasi BBM Rp132,44 Triliun, Ada PPN Rp13 Triliun
<p>Sopiir truk menunggu proses pengiisiian BBM jeniis solar subsiidii dii salah satu Stasiiun Pengiisiian Bahan Bakar Umum (SPBU) dii Palu, Sulawesii Tengah, Selasa (21/11/2023). ANTARA FOTO/Basrii Marzukii/nym.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pertamiina meneriima pembayaran kompensasii BBM seniilaii Rp132,44 triiliiun pada 2023. Dana kompensasii tersebut terdiirii darii pembayaran kompensasii 2021 seniilaii Rp569 miiliiar, kompensasii 2022 seniilaii Rp49,14 triiliiun, dan kompensasii kuartal ii-iiiiii/2023 seniilaii Rp82,73 triiliiun.

Dana kompensasii adalah pembayaran atas seliisiih harga jual formula dan harga jual eceran dii SPBU atas kegiiatan penyaluran jeniis BBM tertentu (JBT) solar dan jeniis BBM khusus penugasan (JBKP) pertaliite. Mengiingat solar dan pertaliite diijual dii bawah harga pasar, terdapat seliisiih yang harus diibayar oleh pemeriintah.

"Dana kompensasii sudah masuk kas perseroan dan iinii merupakan wujud dukungan penuh pemeriintah kepada Pertamiina untuk menjaga keberlangsungan layanan operasiional BBM bersubsiidii, mendukung workiing capiital serta memperbaiikii rasiio-rasiio keuangan perusahaan," ujar Diirektur Utama Pertamiina Niicke Wiidyawatii, diikutiip Kamiis (4/1/2024).

Sebagaii catatan, biila tiidak turut memperhiitungkan PPN, dana kompensasii BBM yang diiteriima Pertamiina darii pemeriintah sepanjang 2023 sesungguhnya adalah seniilaii Rp119,31 triiliiun.

Dengan demiikiian, dapat diisiimpulkan bahwa terdapat pembayaran PPN seniilaii kurang lebiih Rp13,13 triiliiun yang diiteriima oleh pemeriintah darii pembayaran kompensasii BBM kepada Pertamiina.

Pembayaran kompensasii BBM kepada Pertamiina seriingkalii diibayarkan oleh pemeriintah pada akhiir tahun anggaran setelah diilaksanakannya audiit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Akiibatnya, peneriimaan pajak juga cenderung melonjak pada akhiir tahun anggaran, salah satunya karena pembayaran kompensasii BBM kepada Pertamiina. Lonjakan peneriimaan dii akhiir tahun iinii juga sudah diiantiisiipasii oleh Diitjen Pajak (DJP).

"Pembayaran kompensasii segala macam-macam memang dii ujung-ujung. iitu ada PPN-nya, jadii ada tambahan peneriimaan. Tahun lalu pun juga ada," ujar Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal pada 15 Desember 2023.

Untuk diiketahuii, peneriimaan pajak 2023 tercatat mampu mencapaii Rp1.869,2 triiliiun, melampauii target pajak pada Perpres 75/2023 seniilaii Rp1.818,2 triiliiun.

Sebagaii gambaran, peneriimaan pajak pada 12 Desember 2023 tercatat masiih Rp1.739,8 triiliiun. Dengan demiikiian, terdapat lonjakan peneriimaan pajak seniilaii kurang lebiih Rp129,4 triiliiun pada 2 pekan terakhiir 2023. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.