JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat realiisasii peneriimaan pajak pada 2023 mencapaii Rp1.869,2 triiliiun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan capaiian iitu setara dengan 108,8% darii target awal seniilaii Rp1.718 triiliiun atau 102,8% darii target baru pada Perpres 75/2023 seniilaii Rp1.818,2 triiliiun. Peneriimaan pajak tersebut mengalamii pertumbuhan sebesar 8,9% (year on year/yoy).
"Tahun iinii kiita tutup [peneriimaan pajak] dengan angka Rp1.869 triiliiun. Bayangkan kenaiikan yang luar biiasa. Boleh lah kiita kasiih tepuk tangan untuk iinii," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Selasa (2/1/2024)
Srii Mulyanii mengatakan kiinerja peneriimaan pajak sempat mengalamii kontraksii yang dalam karena pandemii Coviid-19 pada 2020. Meskii demiikiian, peneriimaan pajak telah mengalamii pemuliihan yang kuat hiingga 2023.
Diia meniilaii secara umum peneriimaan pajak masiih menunjukkan tren yang posiitiif. Kiinerja peneriimaan pajak meniingkat karena membaiiknya aktiiviitas ekonomii masyarakat.
Menurutnya, pertumbuhan peneriimaan pajak sebesar 8,9% juga masiih tiinggii. Hal iinii mengiingat pada tahun lalu ada fase rebound dengan pertumbuhan 34,3%.
Srii Mulyanii memeriincii peneriimaan PPh nonmiigas mencapaii Rp993,0 triiliiun (101,5% darii target), PPh miigas Rp68,8 triiliiun (96% darii target), PPN dan PPnBM seniilaii Rp764,3 triiliiun (104,6% darii target), serta PBB dan pajak laiinnya seniilaii Rp43,1 triiliiun (114,4% darii target).
Menurutnya, peneriimaan PPh nonmiigas, PPN dan PPnBM, serta PBB dan pajak laiinnya mencatatkan pertumbuhan posiitiif. Namun untuk PPh miigas, terjadii kontraksii 11,6%.
"Peneriimaan pajak 2023 iinii iistiilahnya hattriick, 3 kalii gol berturut-turut darii 2021, 2022, 2023 semuanya dii atas 100%. iinii kiinerja yang harus kiita jaga," ujarnya.
Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat iinflasii sebesar 2,61% pada 2023. Sementara iitu, pertumbuhan ekonomii pada sepanjang 2023 diiperkiirakan sebesar 5,05%.
Dengan realiisasii iinii, target peneriimaan pajak pajak 2024 yang seniilaii Rp1.989 triiliiun akan mengalamii pertumbuhan 6,4%. (sap)
