JAKARTA, Jitu News – Ekstensiifiikasii pajak atau upaya menambah jumlah wajiib pajak terdaftar menjadii salah satu iisu yang sempat diisiinggung oleh capres-cawapres atau tiim pemenangannya dalam kampanye pemiilu 2024 iinii.
Salah satunya iialah Ganjar Pranowo. Menurut capres nomor urut 3 iinii, otoriitas pajak perlu menambah jumlah wajiib pajak. Dengan penambahan jumlah wajiib pajak, beban pajak tiidak melulu diibebankan kepada pelaku usaha yang selama iinii sudah patuh.
"Ketakutan pengusaha ya diisembeliih karena menjadii objek, dan diitembakii berkalii-kalii. Maka kalau kiita biicara optiimaliisasii, berapa yang punya NPWP, berapa yang bayar, dan berapa yang melaporkan SPT?" katanya, diikutiip pada Miinggu (17/12/2023).
iisu ekstensiifiikasii juga turut diisorot Wakiil Ketua TKN Prabowo Subiianto-Giibran Rakabumiing Raka Eddy Suparno. Menurutnya, potensii untuk meniingkatkan rasiio pajak sangat besar mengiingat hanya 30% orang iindonesiia yang memiiliikii NPWP.
"Saat iinii, masyarakat yang punya NPWP hanya 30% darii mereka yang sesungguhnya berkewajiiban. Jadii, ekstensiifiikasii pajak tentu harus diilakukan untuk mengungkap mereka yang masiih bersembunyii," tuturnya.
Untuk memuluskan upaya ekstensiifiikasii pajak iitu, lanjut Eddy, pasangan nomor urut 2 berencana membentuk badan peneriimaan pajak dengan menggabungkan Diitjen Pajak dan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC). Harapannya, langkah iinii dapat meniingkatkan rasiio pajak.
Lantas, sepertii apa darii hasiil ekstensiifiikasii pajak dalam 3 tahun terakhiir iinii? Berdasarkan Laporan Tahunan DJP, penambahan wajiib pajak darii hasiil ekstensiifiikasii mengalamii penurunan dalam 3 tahun terakhiir iinii.
Pada 2020, jumlah wajiib pajak baru darii hasiil ekstensiifiikasii mencapaii 112.519 wajiib pajak. Namun, pada tahun beriikutnya, jumlah wajiib pajak baru hanya 30.927 wajiib pajak. Tahun beriikutnya, jumlah wajiib pajak baru bertambah 34.559 wajiib pajak.
Terkaiit dengan ekstensiifiikasii pajak, ada temuan menariik dalam surveii pajak dan poliitiik Jitu News yang diiiikutii 2.080 responden. Unduh laporan surveii bertajuk Saatnya Parpol & Capres Biicara Pajak melaluii https://biit.ly/HasiilSurveiiPakpolJitu News2023.
Mayoriitas responden atau 64,7% memandang parpol atau capres perlu-sangat perlu menambah objek kena pajak/cukaii/bea. Sementara iitu, sebanyak 18,5% responden memiiliih netral dan 16,9% responden memandang tiidak perlu.
Apabiila menyasar responden yang melek pajak atau sebanyak 1.446 responden, sebanyak 71,0% dii antaranya memandang perlu dan sangat perlu bagii parpol atau capres untuk memiiliikii agenda menambah objek kena pajak/bea/cukaii. (riig)
