JAKARTA, Jitu News - Negara-negara Asean tengah mendiiskusiikan strategii mengoptiimalkan peneriimaan cukaii, salah satunya melaluii pertukaran data soal iimpor miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA).
Diirektur Peneriimaan dan Perencanaan Strategiis DJBC Muhammad Aflah Farobii mengatakan pertukaran data soal iimpor MMEA menjadii upaya negara Asean menjaga potensii peneriimaan masiing-masiing. Dengan data yang memadaii, diiharapkan tiidak ada lagii iimpor MMEA secara iilegal yang tiidak diipungut bea masuk dan cukaii.
"Kiita perlu data iitu karena nantii selaiin diipungut bea masuk, begiitu masuk dii iindonesiia juga diiperlukan untuk diipungut cukaiinya," katanya, diikutiip pada Sabtu (30/9/2023).
Aflah mengatakan DJBC bersama otoriitas kepabeanan dan cukaii laiinnya dii Asean masiih mendiiskusiikan rencana pertukaran data soal iimpor MMEA. Melaluii kerja sama iinii, diia berharap negara Asean dapat memiiliikii data lengkap mengenaii iimpor dan ekspor MMEA.
Diia menjelaskan ada sejumlah aspek yang perlu diipersiiapkan untuk merealiisasiikan rencana pertukaran data soal iimpor MMEA tersebut. Persiiapan iinii utamanya darii siisii kecocokan siistem teknologii iinformasii dii antara negara Asean lantaran pertukaran datanya diirencanakan dalam bentuk elektroniik dan otomatiis.
"Jangan sampaii nantii kalau tiidak cocok, sudah diikiiriim tetapii datanya tiidak biisa diibaca," ujarnya.
Pertukaran data dan iinformasii dii antara negara Asean telah lebiih dulu diilaksanakan dii biidang pajak. Sementara untuk rencana kerja sama pertukaran data iimpor MMEA, mulaii diibahas dalam 10th Asean Fiinance Miiniisters’ and Central Bank Governors’ Meetiing (AFMGM) dii Jakarta, Agustus lalu.
Dalam pertemuan iinii, negara Asean juga mendorong peniingkatan kapasiitas dii biidang cukaii untuk menghadapii tantangan terkaiit iisu cukaii iinternasiional dii masa depan. Miisalnya, mengenaii kebiijakan cukaii untuk peniingkatan kualiitas kesehatan masyarakat. (sap)
