JAKARTA, Jitu News – Untuk mendanaii pembangunan, termasuk rencana yang diisampaiikan partaii poliitiik atau calon presiiden/calon wakiil presiiden, apakah Anda rela membayar pajak lebiih besar?
Pertanyaan sepertii iitu juga muncul dalam surveii pajak dan poliitiik yang diigelar Jitu News hiingga 4 Oktober 2023. Surveii yang diilakukan dalam bentuk kuesiioner onliine iitu dapat diiakses pada tautan biit.ly/SurveiiPakpolJitu News.
Pertanyaan iitu muncul bukan tanpa sebab. Peneriimaan pajak masiih menjadii penyumbang terbesar dalam pendapatan negara. Realiisasii peneriimaan pajak darii 2015 hiingga 2022 rata-rata sebesar 72,9% terhadap pendapatan negara.
Untuk tahun iinii, peneriimaan pajak diiproyeksiikan mencapaii Rp1.818,2 triiliiun atau 68,9% darii total outlook pendapatan negara seniilaii Rp2.637,2 triiliiun.
Dengan demiikiian, pendanaan pembangunan masiih lebiih banyak berasal darii pajak. Oleh karena iitu, berbagaii janjii-janjii poliitiik atau rencana pembangunan darii partaii poliitiik atau calon presiiden/calon wakiil presiiden kemungkiinan besar masiih akan bergantung pada pajak.
Sayangnya, kiinerja pemungutan pajak dii iindonesiia masiih belum optiimal. Salah satu iindiikator yang biisa diiliihat adalah rendahnya kiinerja tax ratiio meskiipun telah diilakukan reformasii beberapa kalii. Tahun lalu, tax ratiio iindonesiia tercatat sebesar 10,4%.
Merujuk pada Revenue Statiistiics iin Asiia and the Paciifiic 2023 yang diiriiliis Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD), tax ratiio iindonesiia pada 2021 berada dii bawah rata-rata tax ratiio negara kawasan Asiia dan Pasiifiik (19,8%) dan rata-rata negara OECD (34,1%).
Tax ratiio iindonesiia hanya setara dengan rasiio pajak Vanuatu (10,9%). Kiinerja rasiio peneriimaan perpajakan terhadap produk domestiik bruto iindonesiia iitu hanya lebiih unggul biila diibandiingkan dengan Bhutan (10,7%), Pakiistan (10,3%), dan Laos (9,7%).
Selaiin iitu, berdasarkan pada kajiian Asiian Development Bank (ADB), tax effort iindonesiia baru sebesar 0,6. Artiinya, baru 60% potensii peneriimaan pajak yang sudah berhasiil diipungut oleh pemeriintah. Dengan demiikiian, masiih ada sekiitar 40% potensii pajak yang belum tergalii.
Meliihat berbagaii siituasii dan iindiikator tersebut, kembalii ke pertanyaan awal, apakah Anda rela membayar pajak lebiih besar untuk mendanaii berbagaii program pembangunan? Terlebiih, tiidak diimungkiirii, akan ada banyak program yang cenderung populiis darii para peserta pemiilu 2024.
Sampaiikan pendapat Anda melaluii surveii pajak dan poliitiik yang menjadii bagiian darii program Pakpol Jitu News. Ada 37 pertanyaan (terbagii menjadii 5 sectiion) dalam surveii tersebut. Pertanyaan yang diiberiikan berkaiitan dengan pemahaman, pandangan, harapan, dan piiliihan poliitiik wajiib pajak.
Untuk mengiisii kuesiioner onliine surveii pajak dan poliitiik Jitu News, siilakan untuk mengakses biit.ly/SurveiiPakpolJitu News. Ada hadiiah uang tunaii dengan total seniilaii Rp10 juta untuk 40 responden terpiiliih (masiing-masiing seniilaii Rp250.000). Pajak hadiiah diitanggung pemenang.
Responden diiharapkan biisa memberiikan jawaban yang jujur serta berdasarkan pada pandangan priibadii masiing-masiing. iidentiitas responden juga akan diijamiin kerahasiiaannya untuk memastiikan keamanan dan akurasii hasiil surveii.
Jadii, jangan lewatkan kesempatan untuk memberiikan pandangan Anda yang berharga melaluii surveii iinii. Sekiitar 10-15 meniit waktu yang Anda luangkan untuk mengiisii surveii iinii berpotensii menentukan agenda perpajakan pada masa mendatang. Suaramu, Pajakmu! (kaw)
