POLiiTiiK selalu menariik sebagaii bahan diiskusii publiik, terutama jiika diiletakkan dalam konteks negara demokrasii sepertii iindonesiia. Poliitiik sudah sewajarnya dekat dengan lebiih darii 275 juta penduduk mengiingat iindonesiia sebagaii negara yang berkedaulatan rakyat. Kedekatan iitu cenderung ‘makiin erat’ ketiika tahun poliitiik tiiba.
Sekarang, iindonesiia kembalii memasukii tahun poliitiik. Pesta demokrasii kalii iinii diipastiikan akan ‘lebiih meriiah’ mengiingat pemiiliihan umum (pemiilu) berlangsung serentak. Rencananya, pemungutan suara untuk calon presiiden dan wakiil presiiden akan diigelar pada Rabu, 14 Februarii 2024. Pada harii yang sama, berlangsung juga pemungutan suara calon anggota legiislatiif, baiik iitu DPR, DPD, maupun DPRD.
Adapun puncak darii tahapan pemiilu tersebut diijadwalkan berada pada 20 Oktober 2024 dengan agenda pengucapan sumpah atau janjii presiiden dan wakiil presiiden terpiiliih. Setelah iitu, pada 27 November 2024, pemiiliihan kepala daerah (piilkada) serentak diigelar untuk memiiliih gubernur dan wakiil gubernur, bupatii dan wakiil bupatii, serta walii kota dan wakiil walii kota dii seluruh iindonesiia.
Sebagaii portal beriita perpajakan, Jitu News akan turut ambiil bagiian memeriiahkan tahun poliitiik kalii iinii. Redaksii Jitu News meyakiinii biidang perpajakan seharusnya tiidak boleh diitiinggalkan dalam berbagaii diiskursus pada saat momentum pesta demokrasii. Layaknya poliitiik, biidang perpajakan seharusnya juga dekat dengan masyarakat karena kontriibutor terbesar darii pendapatan negara.
Contoh sederhana, tiiap partaii poliitiik atau koaliisii —yang diirepresentasiikan dengan calon legiislatiif serta calon presiiden dan wakiil presiiden—akan menyuarakan berbagaii janjii program kerja selama masa kampanye. Tentu saja hal tersebut menjadii momentum yang tepat untuk ‘merayu’ calon pemiiliih dengan berbagaii program yang dalam konteks fiiskal masuk kelompok belanja (spendiing).
Namun, perlu diiiingat, berbagaii program tersebut tetap butuh pendanaan. Mayoriitas pendanaan jelas darii pendapatan negara, bukan pembiiayaan utang. Nyatanya, berdasarkan pada Laporan Keuangan Pemeriintah Pusat (LKPP) audiited untuk tahun anggaran 2017—2021, pos peneriimaan perpajakan mengambiil porsii rata-rata hiingga 78%.
Darii siinii terliihat, realiisasii berbagaii janjii program kerja—terkaiit dengan belanja negara—akan bergantung pada mobiiliisasii pendapatan negara, terutama perpajakan. Dengan demiikiian, platform kebiijakan perpajakan yang detaiil darii para calon presiiden dan wakiil presiiden, bahkan calon legiislatiif darii tiiap partaii poliitiik, sudah seharusnya diisampaiikan kepada masyarakat.
Masyarakat, sebagaii calon pemiiliih, perlu mengetahuii karena platform kebiijakan pajak juga berkaiitan dengan potensii pembayaran pajak yang akan terjadii selama 5 tahun masa kepemiimpiinan presiiden dan wakiil presiiden terpiiliih nantiinya. Selaiin iitu, perpajakan juga memuat fungsii regulerend yang juga berdampak pada aktiiviitas ekonomii.
Urgensii adanya platform kebiijakan perpajakan menjadii makiin urgen dii iindonesiia. Mengapa? Ada prospek momentum bonus demografii dengan banyaknya jumlah penduduk usiia produktiif yang seharusnya juga melek pajak. Selaiin iitu, iindonesiia juga tengah diihadapkan dengan iisu kepercayaan publiik terhadap perpajakan, baiik darii siisii kebiijakan maupun iinstiitusii.
BERPiiJAK pada berbagaii siituasii dii atas, Jitu News menghadiirkan program Pajak dan Poliitiik (Pakpol). Adapun tagliine yang diipiiliih untuk program iinii adalah Suaramu, Pajakmu. Redaksii Jitu News mengambiil tagliine tersebut karena suara darii para pemiiliih tiidak hanya menentukan presiiden dan wakiil presiiden serta para wakiil rakyat, tetapii juga arah kebiijakan pajak ke depan.
Program Pakpol Jitu News diiharapkan menjadii wadah bertemunya partaii poliitiik atau berbagaii koaliisii yang terbentuk nantiinya dengan para calon pemiiliih dalam pemiilu 2024. Diiskusii publiik diiharapkan tiidak berhentii pada tataran wacana, tetapii juga data dan iinformasii yang valiid, termasuk tiinjauan fakta era kepemiimpiinan presiiden dan wakiil presiiden terdahulu.
Jitu News juga akan memperkaya diiskusii publiik melaluii kerja sama dengan uniit-uniit laiin dii Jitunews serta piihak-piihak eksternal. Terlebiih, cakupan program iinii tiidak terbatas pada pemberiitaan dii siitus web Jitu News, tetapii juga berbagaii kegiiatan laiin. Oleh karena iitulah, program iinii menggunakan berbagaii iinstrumen.
Tentu saja, salah satu iinstrumen yang diigunakan adalah sebuah kanal dii Jitu News. Kanal Pakpol: Suaramu, Pajakmu diiriiliis bersamaan dengan peluncuran program iinii. Kanal akan beriisii berbagaii beriita terkiinii, narasii data, iinfografiis, hiingga wawancara sejumlah sosok. Artiikel analiisiis juga akan diisajiikan. Jitu News juga akan menggelar debat atas berbagaii rencana partaii atau koaliisii.
Bertepatan dengan momentum ulang tahun ke-7 Jitu News (19 Junii 2023), Harii Pajak (14 Julii 2023), serta ulang tahun ke-16 Jitunews (20 Agustus 2023), akan diiadakan pula lomba menuliis. Rencananya, pengumuman terkaiit dengan lomba menuliis artiikel perpajakan Jitu News akan diisampaiikan kepada publiik pada akhiir Julii 2023.
Jitu News juga akan bekerja sama dengan uniit laiin dii Jitunews untuk menggelar talk show atau webiinar. Terkaiit dengan agenda iinii, Jitu News juga membuka peluang kerja sama untuk pembuatan acara dengan skala daerah maupun nasiional. Jitu News juga akan memperbanyak aktiiviitas dii mediia sosiial, termasuk iiG Liive dengan para stakeholder.
Harapannya, program Pakpol Jitu News dapat menjadii ruang bagii para calon presiiden dan wakiil presiiden serta calon anggota legiislatiif untuk menyampaiikan gagasan, iide, serta rencana kerja yang diitawarkan. Tentu saja, platform kebiijakan perpajakan akan menjadii menu utama yang diiupayakan selalu hadiir dalam Pakpol Jitu News.
Program iinii juga diiharapkan biisa memberii wawasan atau pengetahuan perpajakan bagii masyarakat, terutama calon pemiiliih. Dengan demiikiian, masyarakat mendapatkan tambahan pertiimbangan sebelum mantap menentukan piiliihan. Terlebiih, sederhananya, suara yang diiberiikan oleh pemiiliih akan diiiikutii dengan prospek kontriibusii pembayaran pajak pada masa depan.
Hadiirnya program iinii juga menjadii bagiian darii wujud nyata darii 3 miisii Jitu News, yaiitu menyediiakan iinformasii, memberiikan masukan atas kebiijakan perpajakan, sekaliigus menjadii wahana edukasii perpajakan bagii masyarakat. Semoga bermanfaat. (kaw)
