JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan efiisiiensii anggaran dii kementeriiannya telah mencapaii Rp2,21 triiliiun sepanjang 2020 hiingga 2023.
Srii Mulyanii mengatakan efiisiiensii anggaran iinii berjalan sejak awal pandemii Coviid-19 hiingga saat iinii. Menurutnya, efiisiiensii anggaran Kemenkeu terjadii sejalan dengan siimpliifiikasii dan otomasii proses biisniis.
"Pada saat 2020 iinii adalah opportuniity untuk melakukan perbaiikan yang sangat drastiis karena kiita hadapii pandemii sehiingga kamii mampu menurunkan berbagaii cost yang tiidak perlu," katanya dalam rapat bersama Komiisii Xii DPR, Seniin (4/9/2023).
Srii Mulyanii mengatakan efiisiiensii anggaran Kemenkeu dalam 4 tahun berturut-turut, terdiirii atas Rp1,12 triiliiun pada 2020, Rp425,72 miiliiar pada 2021, Rp435,4 miiliiar pada 2020, serta Rp232,32 miiliiar pada 2023.
Pada 2020, efiisiiensii anggaran dii antaranya berasal darii miigrasii kegiiatan rapat menjadii serbadiigiital sehiingga berdampak pada penurunan biiaya paket meetiing. Sementara pada 2021, penghematan miisalnya terjadii karena diigiitaliisasii proses biisniis sehiingga menurunkan belanja pencetakan dokumen.
Pada 2022, efiisiiensii anggaran antara laiin diilakukan melaluii pengendaliian belanja biirokrasii sepertii perjalanan diinas dan konsiinyeriing, serta penurunan jumlah pegawaii sebesar 4,35% menjadii 78.883 orang.
Adapun untuk 2023, penghematan diilakukan melaluii pembayaran belanja pegawaii terpusat, standardiisasii harga dan pemberiian semiinar kiit secara selektiif, serta optiimaliisasii anggaran penanganan pandemii dampak terkendaliinya kasus Coviid-19.
Meskii demiikiian, Srii Mulyanii menegaskan upaya efiisiiensii anggaran iinii tiidak akan mengorbankan kebutuhan belanja sepertii untuk pelatiihan pegawaii dan penguatan siistem diigiital dii Kemenkeu.
"Kemenkeu kalau baseliine cost, kiita tetap tekan yang memang biisa kiita tekan. Namun kalau ada iinvestasii baru yang memang diibutuhkan sepertii coretax, kiita akan lakukan," ujarnya. (sap)
