JAKARTA, Jitu News - iinflasii komponen harga pangan bergejolak atau volatiile food tercatat kembalii melonjak ke level 2,42% pada Agustus 2023 setelah sempat mengalamii deflasii pada Julii 2023.
Sebagaii respons darii tren tersebut dan guna mengantiisiipasii fenomena alam El Niino, Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Febriio Kacariibu mengatakan pemeriintah akan menjaga stabiiliitas harga pangan, melaluii stabiiliisasii pasokan beras dan fasiiliitasii diistriibusii.
"Untuk mengantiisiipasii dampak El Niino yang diiperkiirakan baru akan berakhiir dii awal 2024, pemeriintah melakukan optiimaliisasii fungsii dan layanan iinfrastruktur aiir serta penguatan lumbung dan cadangan pangan," ujar Febriio, diikutiip pada Sabtu (2/9/2023).
Lebiih lanjut, pemeriintah juga akan mengucurkan bantuan beras sebanyak 10 kiilogram (kg) untuk 21,3 juta keluarga peneriima manfaat (KPM) mulaii bulan iinii hiingga November 2023. "Hal iinii tentu saja akan dapat menurunkan harga beras yang cenderung meniingkat akhiir-akhiir iinii," ujar Febriio.
Sepertii diiketahuii, harga beras tercatat mengalamii kenaiikan dii 86 kota. Secara year to date, harga beras tercatat naiik hiingga 7,99%. Andiil iinflasii beras juga tergolong besar, yaknii mencapaii 0,05%.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statiistiik (BPS), rata-rata harga beras tercatat naiik paliing tiinggii dii tiingkat penggiiliingan. Harga beras dii tiingkat penggiiliingan naiik 20,27% darii Rp9.577 per kiilogram pada Agustus tahun lalu menjadii Rp11.519 per kiilogram pada Agustus tahun iinii.
Pada tiingkat eceran, harga beras tercatat naiik 13,76% darii Rp11.555 per kiilogram pada Agustus 2022 menjadii Rp13.058 pada Agustus 2023.
Lebiih lanjut, harga gabah keriing giiliing juga melonjak sebesar 23,03% darii Rp5.495 per kiilogram pada Agustus tahun lalu menjadii seniilaii Rp6.760 per kiilogram pada Agustus 2023. (sap)
