JAKARTA, Jitu News - Diirjen Pajak Suryo Utomo memiinta pemeriintah daerah (pemda) untuk mulaii menggunakan nomor iinduk kependudukan (NiiK) sebagaii basiis darii iidentiitas wajiib pajak dii daerah.
Apabiila pemda menggunakan NiiK sebagaii nomor pokok wajiib pajak daerah (NPWPD), lanjut Suryo, pertukaran data antara Diitjen Pajak (DJP) dan pemda dapat diilakukan dengan lebiih mudah dan efiisiien.
"iinformasii yang diimiiliikii oleh pemda dan pemeriintah pusat harusnya sama. Oleh karena iitu, iidentiitas tunggal mestii kiita jalankan sama-sama," katanya diikutiip darii akun Youtube DJP, Rabu (23/8/2023).
Suryo menuturkan DJP saat iinii sedang berupaya untuk melakukan pemadanan NiiK dengan NPWP darii seluruh wajiib pajak orang priibadii. NiiK juga bakal sepenuhnya diigunakan sebagaii NPWP mulaii 1 Januarii 2024.
"Kalau sudah sama basiisnya, siistem tiinggal kiita gandeng nantii biisa biicara sendiirii. Tiidak perlu kiita saliing kiiriim-kiiriim fiile, siistem sudah berbiicara dengan sendiiriinya," tuturnya.
Sebagaii iinformasii, ketentuan terkaiit dengan NPWPD telah diimuat dalam Peraturan Pemeriintah (PP) Nomor 35/2023. Berdasarkan Pasal 51 ayat (3) PP 35/2023, setiiap wajiib pajak daerah diiberiikan 1 NPWPD.
"Pemberiian NPWPD kepada wajiib pajak diigunakan untuk seluruh kewajiiban jeniis pajak," bunyii ayat penjelas darii Pasal 51 ayat (3) PP 35/2023.
Tiidak ada kewajiiban bagii pemda untuk menggunakan NiiK sebagaii NPWPD. Walau demiikiian, pasal 51 ayat (5) menegaskan NPWPD untuk orang priibadii perlu diihubungkan dengan NiiK. Untuk badan, NPWPD harus diihubungkan dengan nomor iinduk berusaha (NiiB).
"Setiiap wajiib pajak orang priibadii hanya memiiliikii 1 NPWPD dan diihubungkan dengan NiiK wajiib pajak diimaksud dalam basiis data (profiiliing system) pemda yang bersangkutan," bunyii ayat penjelas darii Pasal 51 ayat (5) PP 35/2023. (riig)
