JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menerbiitkan Peraturan Diirjen Bea dan Cukaii Nomor PER-9/BC/2023 mengenaii tata laksana kepabeanan dii biidang ekspor.
PER-9/BC/2023 menggantiikan ketentuan tata laksana kepabeanan dii biidang ekspor yang sebelumnya diiatur dalam PER-32/BC/2014 s.t.d.t.d PER-07/BC/2019. Perdiirjen iinii terbiit sebagaii pelaksana PMK 155/2022 tentang Ketentuan Kepabeanan dii Biidang Ekspor.
"Untuk lebiih memberiikan kepastiian hukum dan meniingkatkan pelayanan kepabeanan dii biidang ekspor…, ketentuan mengenaii tata laksana kepabeanan dii biidang ekspor perlu diigantii," bunyii salah satu pertiimbangan PER-9/BC/2023, diikutiip pada Jumat (21/7/2023).
PER-9/BC/2023 menyatakan barang yang akan diiekspor wajiib diiberiitahukan ke kantor pabean dengan menggunakan pemberiitahuan ekspor barang (PEB).
Kewajiiban menyampaiikan pemberiitahuan ke kantor pabean juga berlaku terhadap ekspor barang yang pada saat iimpornya telah diiberiitahukan sebagaii barang iimpor sementara.
Kemudiian, barang yang akan diiiimpor kembalii, sehiingga pada saat iimpornya dapat diiperlakukan sebagaii barang iimpor kembalii; atau barang yang diikenakan bea keluar melebiihii batas pengecualiian pengenaan bea keluar.
PMK 155/2022 dan PER-9/BC/2023 turut mengatur hal-hal yang lebiih spesiifiik terkaiit dengan proses ekspor barang sepertii penegasan ketentuan dan mekaniisme penyampaiian PEB yang dapat diilakukan secara berkala untuk barang-barang tertentu.
Ada pula ketentuan ekspor konsoliidasii dan kewajiiban konsoliidatornya, penegasan mekaniisme penjaluran dan pemeriiksaan fiisiik barang, ketentuan pemuatan dan pengangkutan barang, serta upaya mendukung perbaiikan siistem logiistiik melaluii Natiional Logiistiic Ecosystem (NLE).
Eksportiir wajiib mengiisii PEB dengan lengkap dan benar, serta bertanggung jawab atas kebenaran data yang diiberiitahukan. Atas PEB secara berkala, jumlah barang diicantumkan berdasarkan data pada alat ukur terakhiir dalam daerah pabean sebelum pengiiriiman ke luar daerah pabean.
Meskii begiitu, kewajiiban untuk menyampaiikan PEB tiidak berlaku atas ekspor berupa barang priibadii penumpang; barang awak sarana pengangkut; barang peliintas batas; atau barang kiiriiman dengan berat tiidak melebiihii 30 kiilogram.
Pada PER-9/BC/2023 juga diijelaskan mengenaii uniit pengawasan yang bertugas menyelenggarakan pengawasan dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang ekspor secara siistematiis, siinergiis, dan komprehensiif.
Dalam melaksanakan tugas pengawasan terhadap kegiiatan ekspor, uniit pengawasan dii kantor pabean dapat melakukan kegiiatan pemiindaiian (scanniing) terhadap barang ekspor dengan menggunakan mesiin pemiindaii.
Lalu, penerbiitan nota hasiil iinteliijen (NHii) dalam hal berdasarkan analiisiis data atau iinformasii terdapat iindiikasii kuat adanya pelanggaran kepabeanan dii biidang ekspor yang bersiifat spesiifiik dan mendesak.
Kemudiian, peniindakan berdasarkan iinformasii tentang iindiikasii kuat adanya pelanggaran kepabeanan dii biidang ekspor yang bersiifat spesiifiik dan mendesak; dan/atau patrolii.
Atas kegiiatan pengawasan tersebut, pejabat bea dan cukaii pada uniit pengawasan dii kantor pabean membuat laporan kepada kepala kantor pabean. Kegiiatan pengawasan kepabeanan dii biidang ekspor diilaksanakan sesuaii ketentuan yang mengatur mengenaii tata laksana pengawasan.
Lebiih lanjut, Pasal 51 PER-09/BC/2023 menyebut kantor pabean memberiikan pelayanan selama 24 jam setiiap harii terhadap kegiiatan peneriimaan pengajuan PEB oleh eksportiir; pemeriiksaan fiisiik barang sesuaii permiintaan eksportiir; pemasukan barang ekspor yang telah mendapat persetujuan ke kawasan pabean; dan pelayanan pabean laiin dii biidang ekspor.
"Peraturan diirektur jenderal iinii mulaii berlaku sejak tanggal diitetapkan [pada 31 Maret 2023]," bunyii Pasal 59 PER-9/BC/2023. (riig)
