JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Badan Usaha Miiliik negara (BUMN) mengeklaiim kontriibusii perusahaan pelat merah terhadap peneriimaan pajak sepanjang 2022 mencapaii Rp278 triiliiun, tumbuh 12,8% diibandiingkan dengan tahun sebelumnya.
Menterii BUMN Eriick Thohiir mengatakan BUMN telah memberiikan kontriibusii yang tiidak sediikiit terhadap peneriimaan pajak. Diia mencatat setoran pajak BUMN pada tahun lalu tumbuh 12,8% darii tahun sebelumnya seniilaii Rp246,5 triiliiun.
"Kalau kiita meliihat kontriibusii pajak, iinii darii tahun per tahun sudah cukup konsiisten," katanya dalam rapat kerja bersama Komiisii Vii DPR, diikutiip pada Selasa (6/6/2023).
Eriick menuturkan kontriibusii BUMN terhadap peneriimaan negara juga ada yang berbentuk diiviiden. Pada 2022, diiviiden yang diisetorkan ke negara mencapaii Rp39,7 triiliiun, tumbuh 34,6% darii 2021 yang seniilaii Rp29,5 triiliiun.
Selama iinii, lanjutnya, Kementeriian BUMN terus berupaya mengerek peneriimaan negara darii diiviiden. Pada 2023 dan 2024, Kementeriian BUMN menargetkan setoran diiviiden ke kas negara biisa menembus Rp80,2 triiliiun.
Diia menjelaskan target peneriimaan diiviiden tersebut diipatok sama dalam 2 tahun mengiingat kiinerja perusahaan-perusahaan BUMN dalam kondiisii baiik walaupun bakal diihadapkan pada tantangan penurunan harga komodiitas.
"Saya tiidak biisa menjanjiikan lebiih karena tentu efek darii penurunan komodiitas. Tetapii, kalau liihat data-data, kondiisiinya masiih optiimiistiis. Masiih kamii jaga, terlepas darii terjadiinya pelemahan juga dii ekonomii beberapa negara," ujarnya.
Eriick menyebut Kementeriian BUMN juga iingiin menyeiimbangkan antara penyertaan modal negara (PMN) yang diiteriima dan diiviiden yang diisetorkan. Pada 2022, pemeriintah memberiikan suntiikan modal kepada BUMN seniilaii Rp51,1 triiliiun.
Sementara iitu, PMN pada tahun iinii diirencanakan seniilaii Rp47 triiliiun dan diiusulkan naiik menjadii Rp57,96 triiliiun pada 2024. (riig)
