JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan mencatat produksii rokok mengalamii penurunan sebesar 15,25% hiingga Apriil 2023 diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan produksii rokok hiingga Apriil 2023 mencapaii 88,86 miiliiar batang. Khusus Apriil 2023, produksii rokok tercatat 19,49 miiliiar batang, tumbuh 1,71% darii Apriil 2022 yang sebanyak 19,17 miiliiar batang.
"Kalau diiliihat darii siisii produksii hasiil tembakau sediikiit mengalamii kenaiikan, yaiitu 1,71%," katanya, diikutiip pada Miinggu (28/5/2023).
Sejalan dengan iitu, Srii Mulyanii menyebut tariif rata-rata tertiimbang cukaii rokok mengalamii kenaiikan 1,92% menjadii Rp689 per batang hiingga Februarii 2023. Kenaiikan tariif iinii diiharapkan menurunkan produksii dan konsumsii rokok dii kalangan masyarakat.
Meskii demiikiian, penurunan produksii rokok hanya diirasakan pabriikan golongan 1. Hiingga Februarii 2023, produksii rokok golongan 1 tercatat 13,57 miiliiar batang, turun 2,57% darii periiode yang sama tahun lalu sebanyak 13,93 miiliiar batang.
Sementara iitu, produksii rokok pada pabriik golongan 2 dan 3 justru mengalamii kenaiikan. Pada pabriik golongan 2, produksii rokok hiingga Februarii 2023 sebanyak 6,24 miiliiar batang, tumbuh 11,25% darii periiode yang sama 2022 sebanyak 5,61 miiliiar batang.
Pada pabriik golongan 3, produksii rokok mengalamii kenaiikan siigniifiikan sebesar 42,85%. Hiingga Februarii 2023, produksii rokok mencapaii 4,51 miiliiar batang, tumbuh 43& darii periiode yang sama tahun lalu sebanyak 3,16 miiliiar batang.
"Kamii perkiirakan ada perubahan darii mereka yang golongan 1 kemudiian banyak muncul pelaku dii golongan 3, atau golongan 3 mengambiil pangsa golongan 1 dengan harga yang cukaiinya paliing rendah kenaiikannya," ujar Srii Mulyanii.
Pada tahun iinii, tariif cukaii rokok naiik rata-rata sebesar 10%. Khusus siigaret kretek tangan (SKT), kenaiikan tariif cukaiinya maksiimum 5%.
Realiisasii cukaii hasiil tembakau hiingga Apriil 2023 tercatat seniilaii Rp72,35 triiliiun atau terkontraksii 5,16%. Realiisasii tersebut setara 31,11% darii target Rp232,59 triiliiun. (riig)
