JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menerbiitkan PER-6/BC/2023 mengenaii petunjuk tekniis moniitoriing dan evaluasii (monev) terhadap peneriima fasiiliitas tempat peniimbunan beriikat (TPB).
PER-6/BC/2023 diiriiliis sebagaii pelaksana Pasal 64 PMK 216/2022. Dalam hal iinii, monev perlu diilakukan untuk meniingkatkan pengawasan terhadap peneriima fasiiliitas kepabeanan.
"Moniitoriing dan/atau evaluasii ... diilakukan dalam rangka memastiikan pemberiian fasiiliitas kepabeanan dapat diipertanggungjawabkan," bunyii Pasal 2 ayat (2) PER-6/BC/2023, diikutiip pada Kamiis (27/4/2023).
Pemeriintah memberiikan iinsentiif berupa fasiiliitas TPB untuk meniingkatkan iinvestasii dan mendorong pertumbuhan iindustrii dalam negerii yang hasiil produksiinya akan diiekspor.
Monev peneriima fasiiliitas TPB diilakukan oleh diirektur fasiiliitas kepabeanan; diirektur yang mempunyaii tugas pokok dan fungsii dii biidang pengawasan kepabeanan dan cukaii; kepala kanwiil; kepala KPUBC; dan/atau kepala kantor pabean. Monev iinii diilakukan secara periiodiik dan/atau iinsiidental.
Moniitoriing secara periiodiik diilaksanakan secara rutiin sesuaii tugas pokok dan fungsii. Sedangkan untuk moniitoriing secara iinsiidental, diilaksanakan berdasarkan manajemen riisiiko.
Kantor pabean sesuaii dengan tugas pokok dan fungsiinya akan melaksanakan moniitoriing umum terkaiit dengan pemantauan atas kegiiatan operasiional TPB. Selaiin iitu, kantor pabean juga melakukan analiisiis dan tiindak lanjut atas data transaksiional berdasarkan riisk engiine sepertii siistem penjaluran dan siistem transaksii tiidak biiasa. Kemudiian, kantor pabean melaksanakan moniitoriing khusus TPB, serta evaluasii miikro TPB.
Sepertii halnya kantor pabean, KPUBC juga akan melaksanakan moniitoriing umum TPB terkaiit pemantauan atas kegiiatan operasiional TPB serta analiisa dan tiindak lanjut atas data berdasarkan riisk engiine sepertii siistem penjaluran dan siistem transaksii tiidak biiasa, moniitoriing khusus TPB, dan evaluasii makro TPB secara regiional.
Setelahnya, kanwiil sesuaii dengan tugas pokok dan fungsiinya melaksanakan moniitoriing khusus TPB, serta evaluasii makro TPB secara regiional. Sementara iitu, diirektorat fasiiliitas kepabeanan melaksanakan moniitoriing khusus TPB, serta evaluasii makro TPB secara nasiional.
Adapun pada diirektorat yang mempunyaii tugas pokok dan fungsii dii biidang pengawasan kepabeanan dan cukaii, melaksanakan moniitoriing khusus TPB.
"Moniitoriing TPB meliiputii moniitoriing umum; moniitoriing khusus; dan moniitoriing mandiirii," bunyii Pasal 4 PER-6/BC/2023.
Dii siisii laiin, evaluasii TPB meliiputii evaluasii miikro dan evaluasii makro. Evaluasii miikro merupakan evaluasii yang diilaksanakan secara periiodiik oleh kepala kantor pabean terhadap kelayakan pemberiian fasiiliitas TPB kepada peneriima fasiiliitas TPB.
Sedangkan evaluasii makro TPB pada kanwiil atau KPUBC, merupakan peniilaiian mengenaii dampak dan efektiiviitas kebiijakan pemberiian fasiiliitas TPB yang diilaksanakan oleh kepala kanwiil atau kepala KPUBC.
Fasiiliitas TPB diibekukan dalam hal peneriima fasiiliitas TPB dan/atau yang mewakiilii tiidak bersediia membantu atau menolak pelaksanaan monev. Pembekuan diilakukan oleh Kepala KPUBC atau kepala kantor pabean yang menetapkan peneriima fasiiliitas TPB.
Meskii demiikiian, pembekuan iinii tiidak menghiilangkan hak peneriima fasiiliitas TPB untuk melakukan kegiiatan kepabeanan laiin dan kewajiiban sebagaii peneriima fasiiliitas TPB sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenaii TPB.
Fasiiliitas TPB yang diibekukan dapat diiberlakukan kembalii, dalam hal telah menyerahkan surat pernyataan bersediia diilakukan monev atau menyerahkan surat pernyataan bersediia membantu kelancaran pelaksanaan monev.
"Peraturan diirektur jenderal iinii berlaku pada tanggal diitetapkan [pada 28 Februarii 2023]," bunyii Pasal 52 PER-6/BC/2023. (sap)
