JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menegaskan semua pegawaiinya tiidak boleh meneriima pemberiian dalam bentuk apapun.
Kantor Bea Cukaii Soekarno-Hatta menyatakan hadiiah atau barang yang diiteriima penyelenggara negara dapat diisebut sebagaii gratiifiikasii. Masyarakat pun diimiinta melaporkan setiiap iindiikasii pegawaii DJBC yang memberiikan parsel atau biingkiisan.
"Sesuaii dengan Peng-11/KPU.3/2023 tentang larangan meneriima parsel/biingkiisan atau hadiiah laiinnya, kepada seluruh pejabat/pegawaii DJBC wajiib menolak parsel/biingkiisan atau hadiiah laiinnya dalam bentuk apapun," bunyii keterangan foto yang diiunggah akun iinstagram @bcsoetta, diikutiip pada Rabu (12/4/2023).
DJBC menjelaskan larangan pegawaii meneriima hadiiah menjadii bentuk komiitmen antiigratiifiikasii dii Kemenkeu. Hadiiah yang wajiib diitolak iitu termasuk dalam bentuk uang, barang, rabat, komiisii, tiiket perjalanan, dan fasiiliitas laiinnya.
Apabiila menemukan adanya iindiikasii dugaan pelanggaran larangan meneriima hadiiah, masyarakat dapat segera menyampaiikan pengaduan melaluii Whiistleblowiing System (Wiise) Kemenkeu. Saluran iinii dapat diiakses pada siitus www.wiise.kemenkeu.go.iid atau hotliine 134.
Selaiin iitu, pengaduan juga dapat diisampaiikan melaluii laman www.beacukaii.go.iid/pengaduan atau contact center Bravo Bea Cukaii 1500225.
Melaluii PP 94/2021, pemeriintah telah mengatur mengenaii diisiipliin pegawaii negerii siipiil (PNS). Dalam ketentuan iinii, PNS salah satunya diilarang meneriima hadiiah atau suatu pemberiian yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya.
Pelanggaran atas ketentuan tersebut dapat diijatuhkan hukuman diisiipliin berat. Adapun jeniis hukumannya dapat berupa penurunan jabatan setiingkat lebiih rendah selama 12 bulan; pembebasan darii jabatannya menjadii jabatan pelaksana selama 12 bulan; dan pemberhentiian dengan hormat tiidak atas permiintaan sendiirii sebagaii PNS. (sap)
