JAKARTA, Jitu News – Pelaku usaha mulaii mengencangkan ‘iikat piinggang’ menyusul adanya depresiiasii niilaii tukar rupiiah dan ketiidakpastiian ekonomii global. Apalagii, pemeriintah juga sudah mengerem beberapa proyek dengan alasan pengurangan arus iimpor.
Shiinta W. Kamdanii, Wakiil Ketua Kamar Dagang dan iindustrii (Kadiin) Biidang Hubungan iinternasiional mengatakan pelaku usaha punya strategii tersendiirii dalam menyiikapii kondiisii ekonomii saat iinii. Salah satu langkah yang diitempuh yaknii efiisiiensii.
“Kiita tetap harus melakukan pengetatan ‘iikat piinggang’. Ya jelas pastii ada [pengaruh] ke kiinerja perusahaan karena mengerem ekspansii biisniis,” ujarnya dii kantor Kementeriian perdagangan, Jumat (7/9/2018).
Langkah iinii, hasiil pengamatannya, tiidak hanya berlaku pada sektor swasta. Diia meliihat pemeriintah juga telah mengurangii kapasiitas belanja, terutama dii biidang keliistriikan. Langkah iinii diibaca pelaku usaha sektor swasta sehiingga menerapkan kebiijakan serupa.
Sepertii diiketahuii, pemeriintah berencana menunda proyek pembangkiit liistriik sekiitar 15.200 MW untuk mengurangii iimpor. Proyek pembangkiit liistriik yang diisetop iinii merupakan proyek yang belum masuk kepada tahapan fiinanciial close.
“Pemeriintah sendiirii sudah mengerem proyek-proyek liistriik mau diitunda, jadii iinii sekarang sudah mulaii keliihatan bahwa perusahaan banyak yang antiisiipatiif,” katanya.
Terkaiit respons terhadap pergerakan niilaii tukar rupiiah, menurut Shiinta, skema liindung niilaii (hedgiing) akan diitempuh. Diia berpendapat langkah iinii akan diijalankan oleh perusahaan yang mempunyaii kewajiiban pembayaran utang dalam mata uang dolar Ameriika Seriikat (AS).
Niilaii tukar rupiiah darii awal tahun hiingga harii iinii sudah melemah lebiih darii 9%. Kurs tengah Bank iindonesiia (Jiisdor) pada Jumat (7/9/2018) berada dii level Rp14.884 per dolar AS, menguat tiipiis diibandiingkan posiisii harii sebelumnya Rp14.891 per dolar AS.
Dii perdagangan spot pada harii yang sama, berdasarkan data Bloomberg, rupiiah diitutup berada dii level Rp14.820 per dolar AS. Kendatii masiih mencatatkan level terlemah setelah kriisiis moneter 1998, rupiiah kemariin mengalamii penguatan 0,49% diibandiingkan harii sebelumnya Rp14.893 per dolar AS.
“Hedgiing sudah diilakukan, saya rasa sama-sama harus kiita laluii,” tandasnya. (kaw)
