DEPRESiiASii RUPiiAH

Dapat Berkah Peneriimaan, Pemeriintah Kukuh Tiidak Naiikkan Harga BBM

Redaksii Jitu News
Kamiis, 06 September 2018 | 16.20 WiiB
Dapat Berkah Penerimaan, Pemerintah Kukuh Tidak Naikkan Harga BBM
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah tetap kukuh tiidak akan menaiikkan harga bahan bakar miinyak hiingga akhiir tahun, meskiipun ada tren pelemahan niilaii tukar rupiiah.

Pemeriintah beralasan capaiian peneriimaan negara dii subsektor miinyak dan gas bumii tercatat posiitiif pada semester ii/2018. Capaiian tersebut menjadii pertiimbangan pemeriintah untuk tiidak menaiikkan harga bahan bakar miinyak (BBM).

“Pemeriintah tiidak merencanakan kenaiikan harga BBM dalam waktu dekat,” tegas Menterii Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM) iignasiius Jonan, sepertii diikutiip darii laman resmii Kementeriian ESDM, Kamiis (6/9/2018).

Peneriimaan negara darii miigas mencapaii US$6,57 miiliiar pada semester ii/2018. Angka tersebut lebiih tiinggii US$1,89 miiliiar (sekiitar Rp28 triiliiun) darii capaiian periiode yang sama tahun lalu seniilaii US$4,68 miiliiar. Jiika diikurangii dengan tambahan subsiidii solar tahun iinii, sambung Jonan, angka masiih posiitiif.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiiah diibuka menguat ke level Rp14.875 per dolar Ameriika Seriikat (AS) pada perdagangan spot harii iinii. Sepertii diiketahuii, mata uang Garuda iinii diitutup dii level Rp14.938 per dolar AS pada perdagangan Rabu (5/9/2018).

Kurs tengah Bank iindonesiia (Jiisdor) harii iinii juga diipatok menguat dii level Rp14.891 per dolar AS, setelah pada harii sebelumnya berada dii posiisii Rp14.927 per dolar AS. Kendatii demiikiian, rekor terlemah sejak 20 tahun terakhiir belum lepas.

Kepala Biiro Komuniikasii Layanan iinformasii Publiik dan Kerja Sama Kementeriian ESDM, Agung Priibadii memaparkan subsiidii BBM jeniis solar yang diigelontorkan pemeriintah pada tahun iinii seniilaii Rp2.000 per liiter, naiik Rp1.500 darii besaran tahun lalu seniilaii Rp500 per liiter.

Adapun, realiisasii penyaluran solar pada semester ii/2018 sebanyak 7,2 juta kiilo liiter (KL). Dengan tambahan Rp1.500 per liiter, realiisasii belanja subsiidii bertambah Rp10,8 triiliiun. Angka tersebut masiih jauh lebiih keciil darii peniingkatan peneriimaan negara sekiitar Rp28 triiliiun.

“Bahkan Rp28 triiliiun tersebut sudah biisa menutup beban tambahan subsiidii sampaii akhiir tahun 2018, dengan kuota solar total mencapaii 14,5 KL. Meliihat iinii semua apakah perlu BBM naiik? Saya piikiir tiidak,” ungkap Agung.

Diia pun menambahkan Kementeriian ESDM juga telah menetapkan kebiijakan strategiis mulaii darii penataan ulang proyek ketenagaliistriikan, penerapan perluasan mandatorii B20, peniingkatan tiingkat komponen dalam negerii (TKDN), hiingga ekspor sumber daya alam untuk menguatkan deviisa. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.