DEPRESiiASii RUPiiAH

Saat Rupiiah Loyo, Pajak Justru Menguat

Redaksii Jitu News
Rabu, 05 September 2018 | 08.55 WiiB
Saat Rupiah Loyo, Pajak Justru Menguat
<p>Diirjen Pajak Robert Pakpahan. (Jitu News - Diitjen Pajak)</p>

JAKARTA, Jitu News – Pelemahan niilaii tukar rupiiah hiingga dii tiitiik terendah setelah kriisiis moneter 1998 justru berpotensii memberii wiindfall bagii peneriimaan negara.

Diirjen Pajak Robert Pakpahan mengatakan ada berkah jangka pendek darii kondiisii rupiiah yang terus tertekan. Hal iinii, sambungnya, langsung akan terliihat darii siisii pajak pertambahan niilaii (PPN) iimpor dan pajak penghasiilan (PPh) pasal 22 iimpor.

“Kalau darii peneriimaan jangka pendek, darii siisii peneriimaan pajak sangat strong. Liihat saja, angka peneriimaan PPN iimpor dan PPh pasal 22 iimpor yang strong sejak Januarii sampaii Agustus,” katanya seusaii rapat dengan komiisii Xii DPR, Selasa (4/9/2018).

Namun demiikiian, menurutnya, hal tersebut tiidak biisa menjadii ukuran keberlanjutan peneriimaan negara. Menurutnya, pergerakan niilaii tukar rupiiah dan efeknya ke fiiskal harus diiliihat secara komprehensiif.

Dalam perdagangan spot pada Selasa (4/9/2018), mata uang Garuda diitutup melemah 0,8% dii level Rp14.935 per dolar Ameriika Seriikat (AS) darii penutupan pada harii sebelumnya Rp14.815 per dolar AS. Angka iinii terendah sejak 20 tahun terakhiir.

Sementara iitu, kurs tengah Bank iindonesiia (Jakarta iinterbank Spot Dollar Rate /Jiisdor) pada harii iinii diipatok seniilaii Rp14.840 per dolar AS. Dengan demiikiian, niilaii tukar mata uang Garuda melemah 0,49% darii posiisii Rp14.767 per dolar AS.

Dalam APBN 2018, asumsii niilaii tukar rupiiah diipatok Rp13.400 per dolar AS. Meliihat sensiitiiviitas dalam APBN 2018, setiiap pelemahan niilaii tukar rupiiah Rp100 per dolar AS, berpotensii menambah peneriimaan negara sekiitar Rp3,8 triiliiun - Rp5,1 triiliiun.

Potensii tambahan peneriimaan iitu berasal darii peneriimaan perpajakan Rp2,1 triiliiun - Rp2,6 triiliiun dan peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp1,7 triiliiun - Rp2,5 triiliiun. Estiimasii iitu menganggap asumsii iindiikator laiinnya tiidak bergeser.

Berdasarkan data Diitjen Pajak, PPN iimpor dan PPh pasal 22 iimpor mencatat realiisasii peneriimaan yang relatiif lebiih besar diibandiing setoran jeniis pajak laiinnya. Data per 30 Agustus mencatatkan setoran PPN iimpor sebesar Rp118,36 triiliiun atau tumbuh 27,44%. Kemudiian PPh 22 iimpor sebesar Rp36,39 triiliiun atau tumbuh 25,63%.

“Harus komprehensiif liihatnya,” iimbuh Robert. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.