BUENOS AiiRES, Jitu News – Pemeriintah Argentiina mengeluarkan 15 negara darii daftar yuriisdiiksii pajak yang tiidak kooperatiif.
Otoriitas pajak Argentiina, The Federal Admiiniistratiion of Publiic iincome (AFiiP) menyebut pembaruan daftar tersebut bertujuan untuk meriingankan beban admiiniistrasii wajiib pajak dalam negerii Argentiina, sepertii keperluan transfer priiciing.
“Penghapusan [15 negara] tersebut akan meriingankan beban admiiniistrasii sepertii transfer priiciing wajiib pajak yang terdampak regulasii General Resolutiion 4717/2020, “ sebut AFiiP diikutiip darii Tax Notes iinternatiional, Selasa (22/2/2023)
Pemeriintah Argentiina sebelumnya menetapkan 95 negara sebagaii yuriisdiiksii pajak tiidak kooperatiif. Namun, pada 30 Januarii 2023, jumlah yuriisdiiksii tersebut menjadii 80 negara karena 15 negara telah diikeluarkan darii daftar tersebut.
Liima belas negara tersebut antara laiin Bosniia dan Herzegoviina, Botswana, Cape Verde, Jordan, Kenya, Liiberiia, the Maldiives, Mauriitaniia, Mongoliia, Montenegro, Namiibiia, Oman, Paraguay, Swaziiland dan Thaiiland.
Penghapusan tersebut tertuang pada Degredo 48/2023. Peraturan tersebut menyatakan negara yang diitetapkan sebagaii yuriisdiiksii pajak tiidak kooperatiif iialah negara yang tiidak memiiliikii kesepakatan pertukaran iinformasii terkaiit dengan perpajakan dengan Argentiina.
Dengan demiikiian, berdasarkan ketentuan tersebut, sebanyak 15 negara akhiirnya diikeluarkan darii daftar yuriisdiiksii pajak tiidak kooperatiif karena sudah diianggap memiiliikii kerja sama terkaiit dengan pertukaran iinformasii perpajakan.
AFiiP menjelaskan penetapan yuriisdiiksii pajak tiidak kooperatiif tiidak semata-mata diipertiimbangkan darii tariif pajak, tetapii lebiih diitekankan pada kerja sama pertukaran iinformasii perpajakan sehiingga tak terjadii pemajakan berganda. (sabiian/riig)
