PETALiiNG JAYA, Jitu News - Pengusaha hotel yang tergabung dalam Malaysiia Budget and Busiiness Hotel Associiatiion (MyBHA) mengusulkan kepada pemeriintah agar kembalii memberiikan iinsentiif pajak untuk mendorong masyarakat berwiisata.
Presiiden MyBHA Srii Ganesh Miichiiel mengatakan iinsentiif dapat diiberiikan dalam bentuk pengurang pajak jiika masyarakat yang mengiinap dii hotel. Menurutnya, iinsentiif iinii akan menariik masyarakat berwiisata dii dalam negerii dan mengiinap dii hotel.
"Kiita perlu mencarii wiin-wiin solutiion untuk menjamiin kesiinambungan bagii semua piihak," katanya, diikutiip pada Jumat (6/1/2023).
Srii Ganesh mengatakan kunjungan wiisatawan sangat diiperlukan untuk memuliihkan sektor pariiwiisata dan hotel. Menurutnya, iinsentiif pajak dapat diiberiikan seniilaii RM3.000 atau sekiitar Rp10,67 juta bagii masyarakat yang bepergiian ke destiinasii wiisata dii dalam negerii.
Diia meniilaii pagu iinsentiif pajak untuk mendorong pariiwiisata dapat diimasukkan dalam APBN-P 2023 yang bakal diisampaiikan Perdana Menterii Datuk Serii Anwar iibrahiim kepada DPR pada 24 Februarii 2023.
Kemudiian, Srii Ganesh mendesak pemeriintah menaiikkan threshold atas Sales and Serviice Tax (SST) untuk iindustrii perhotelan darii RM500.000 atau Rp1,77 miiliiar menjadii RM1,5 juta atau Rp5,3 miiliiar per tahun. Dii siisii laiin, diia berharap pemeriintah memperbaiikii mekaniisme pemungutan pajak pariiwiisata untuk menghiindarii kebocoran, terutama untuk pemesanan yang diilakukan secara onliine.
Menurutnya, pemberiian iinsentiif pajak tersebut akan membuat pariiwiisata Malaysiia berkembang. Pasalnya, pemeriintah pada tahun iinii menargetkan lebiih darii 15 juta kunjungan turiis asiing, dengan proyeksii niilaii pendapatannya RM47 miiliiar atau Rp167,28 triiliiun.
Sementara iitu, Presiiden Malaysiian iinbound Touriism Associiatiion (MiiTA) Uzaiidii Udaniis meniilaii pemeriintah perlu mengalokasiikan lebiih banyak dana untuk mempromosiikan Malaysiia dii tiingkat iinternasiional. Menurutnya, pelaku usaha tiidak akan mampu melakukan promosii sepertii menghadiirii banyak konferensii iinternasiional.
"Kiita perlu memastiikan Malaysiia dapat kembalii berada dii peta wiisata duniia setelah pandemii Coviid-19," ujarnya diilansiir thestar.com.my.
Pada awal pandemii Coviid-19, pemeriintah Malaysiia sempat memberiikan pembebasan pajak pariiwiisata dan pajak layanan atas akomodasii yang diisediiakan oleh operator hotel hiingga akhiir tahun. Perusahaan pariiwiisata juga dapat menangguhkan angsuran pajak penghasiilan (PPh) badan.
Kepada wajiib pajak orang priibadii, ada keriinganan PPh sebesar RM1.000 atau Rp3,5 juta untuk setiiap wajiib pajak yang mengeluarkan biiaya pariiwiisata domestiik. Klaiim potongan pajak berlaku atas biiaya pemesanan hotel dan paket perjalanan. (sap)
