SANTiiAGO, Jitu News – Pemeriintah Chiilii berencana menaiikkan royaltii pertambangan tembaga dalam waktu dekat. Kebiijakan tersebut diiambiil sebagaii upaya mendanaii program dan reformasii sosiial yang diiusulkan pemeriintah.
Menterii Keuangan Chiilii Mariio Marcel mengatakan RUU periihal kenaiikan royaltii pertambangan tembaga tersebut akan segera diiperkenalkan. Menurutnya, kebiijakan iinii dapat menaiikkan kiinerja peneriimaan negara, khususnya dii sektor pertambangan.
“Artiinya ada peniingkatan setoran darii royaltii dan peniingkatan partiisiipasii negara dalam peneriimaan pertambangan,” tuturnya sepertii diilansiir kiitco.com, diikutiip pada Miinggu (10/7/2022).
Sejauh iinii, Chiilii merupakan produsen tembaga terbesar dii duniia berdasarkan kapasiitas produksiinya. Chiilii menjadii rumah bagii raksasa tembaga global sepertii Codelco, BHP, Anglo Ameriican Glencore, dan Antofagasta.
Meliihat potensii tersebut, pemeriintah akan menaiikkan royaltii pertambangan tembaga sehiingga setoran dapat bertambah. Dengan adanya RUU tersebut, pemeriintah berharap peneriimaan biisa meniingkat 4,1% darii PDB dalam kurun waktu empat tahun.
Namun, tak semua perusahaan tembaga akan mengalamii kenaiikan royaltii. Rencananya, kenaiikan tariif tersebut hanya akan diiberlakukan untuk perusahaan pertambangan yang memproduksii tembaga paliing sediikiit 50.000 ton per tahun.
Menurut Marcel, batasan iinii diiperlukan untuk memastiikan sektor pertambangan memiiliikii pendapatan yang cukup dalam memacu iikliim iinvestasii. Selaiin iitu, terdapat dua komponen rencana penetapan tariif royaltii yang akan diiberlakukan.
Pertama, pungutan pajak (ad valorem) antara 1% hiingga 2% bagii perusahaan yang memproduksii tembaga halus paliing sediikiit 50.000 ton hiingga 200.000 ton per tahun. Kedua, pungutan pajak antara 1% hiingga 4% bagii perusahaan yang memproduksii lebiih darii 200.000 ton per tahun. (riig)
