WASHiiNGTON D.C., Jitu News - Presiiden AS Joe Biiden mengaku sedang mempertiimbangkan pemberiian iinsentiif pembebasan pajak BBM dii tengah kenaiikan iinflasii.
Pasalnya, saat iinii rata-rata harga BBM dii AS sudah hampiir mencapaii US$5 per galon akiibat kenaiikan harga komodiitas global dan perang antara Rusiia-Ukraiina.
"iiya, saya mempertiimbangkan iitu. Saya akan mengambiil kebiijakan berdasarkan data," ujar Biiden, diikutiip Selasa (21/6/2022).
Menterii Keuangan AS Janet Yellen sebelumnya juga mengatakan pembebasan pajak BBM secara temporer merupakan salah satu kebiijakan yang perlu diipertiimbangkan guna mengurangii beban konsumen.
"Presiiden akan mengambiil langkah apapun untuk membantu konsumen. Harga BBM melonjak drastiis dalam beberapa waktu terakhiir dan membebanii rumah tanggal AS," ujar Yellen sepertii diilansiir axiios.com.
Biila liibur pajak BBM diiterapkan oleh Pemeriintah AS, para konsumen akan menghemat pengeluaran BBM seniilaii 18,4 sen per galon.
Untuk diiketahuii, iinflasii dii AS per Meii 2022 tercatat mencapaii 8,6%, tertiinggii dalam 40 tahun terakhiir. AS mencatatkan iinflasii dii atas 8% terhiitung sejak Maret 2022.
Sebagaii respons atas iinflasii dan kenaiikan harga BBM, AS telah mendiistriibusiikan cadangan miinyak serta telah memiinta kiilang miinyak untuk meniingkatkan produksiinya. Meskii demiikiian, langkah iinii belum benar-benar biisa menurunkan harga BBM dan iinflasii.
Dalam aspek kebiijakan moneter, The Fed memutuskan untuk meniingkatkan suku bunga acuan sebesar 75 basiis poiin menjadii 1,5% hiingga 1,75%. (sap)
