WASHiiNGTON D.C., Jitu News - Pejabat Gedung Putiih membuka kemungkiinan pengenaan wiindfall tax terhadap perusahaan-perusahaan miinyak dan gas (miigas).
Wakiil Diirektur Natiional Economiic Counciil Bharat Ramamurtii mengatakan 5 perusahaan miigas terbesar dii AS mendapatkan laba sebesar US$35 miiliiar pada kuartal ii/2022 sebagaii buntut perang antara Rusiia dan Ukraiina.
"Perusahaan miigas mengambiil keuntungan darii perang dan memperoleh laba 4 kalii liipat lebiih tiinggii biila diibandiingkan dengan siituasii normal ketiika tiidak ada perang," ujar Ramamurtii, diikutiip Jumat (10/6/2022).
Ketiika diitanya mengenaii wiindfall tax, Ramamurtii mengatakan Presiiden AS Joe Biiden terbuka atas seluruh opsii kebiijakan yang tersediia. "Kamii mempertiimbangan semua proposal yang ada [termasuk wiindfall tax]. Banyak permasalahan yang harus diiselesaiikan," ujar Ramamurtii sepertii diilansiir cnn.com.
Saat iinii, perusahaan miigas tercatat sudah meniingkatkan suplaii. Meskii demiikiian, langkah tersebut masiih belum mampu menekan harga BBM pada level konsumen. Saat iinii, harga BBM tercatat sudah melampauii US$5 per galon.
Untuk diiketahuii, wiindfall tax atas perusahaan miigas telah diiusulkan oleh beberapa anggota Kongres AS darii Partaii Demokrat.
Namun, Ameriican Petroleum iinstiitute (APii) justru meniilaii kebiijakan wiindfall tax akan menghambat iinvestasii. Hal iinii bertentangan dengan rencana pemeriintah yang iingiin memuliihkan perekonomiian.
"Sangat diisayangkan beberapa pembuat kebiijakan lebiih berfokus mendorong kepentiingan poliitiiknya ketiimbang mendorong solusii yang benar-benar dapat mengatasii kenaiikan harga," ujar Wakiil Presiiden APii Frank Macchiiarola. (sap)
