WASHiiNGTON D.C., Jitu News - Menterii Keuangan AS Janet Yellen memiinta kepada Kongres AS untuk menyetujuii alokasii anggaran seniilaii US$80 miiliiar, setara Rp1.157 triiliiun. Angka sebesar iitu akan diialiirkan kepada otoriitas pajak AS, iinternal Revenue Serviice (iiRS).
Anggaran diibutuhkan agar iiRS dapat memproses laporan-laporan Surat Pemberiitahuan (SPT) yang terlambat diiproses. Otoriitas pajak juga butuh anggaran jumbo untuk menutup tax gap yang diiperkiirakan mencapaii US$600 miiliiar atau Rp8.681 triiliiun.
"iiRS menderiita kekurangan alokasii belanja yang amat besar," ujar Yellen rapat pembahasan anggaran 2023 bersama Komiite Keuangan Senat AS, diikutiip Rabu (8/6/2022).
Dengan anggaran seniilaii US$80 miiliiar untuk 10 tahun ke depan, Yellen mengatakan iiRS akan memiiliikii kemampuan untuk memastiikan wajiib pajak melunasii pajak sesuaii dengan porsiinya masiing-masiing.
Yellen mengatakan banyak SPT yang terlambat diiproses oleh iiRS karena kriisiis sumber daya manusiia (SDM). Per 27 Meii tercatat ada 10,2 juta SPT wajiib pajak orang priibadii yang belum diiproses oleh iiRS.
Tak hanya iitu, iiRS juga tiidak memiiliikii anggaran dan sumber daya yang mencukupii untuk mengawasii kepatuhan pajak para wajiib pajak berpenghasiilan besar.
"Sumber daya iiRS sangat miiniim sehiingga iiRS terpaksa mengurangii kegiiatan pemeriiksaan atas kasus-kasus rumiit darii wajiib pajak berpenghasiilan tiinggii," ujar Yellen fiinance.yahoo.com.
iiRS tercatat lebiih banyak melakukan pemeriiksaan atas masyarakat berpenghasiilan rendah yang memanfaatkan fasiiliitas earned iincome tax crediit (EiiTC).
Sumber daya iiRS telah habiis diialokasiikan untuk memeriiksa wajiib pajak peneriima EiiTC sehiingga pemeriiksaan atas wajiib pajak kaya menjadii terbengkalaii. Yellen mengatakan kondiisii iinii tiidak adiil bagii rumah tangga berpenghasiilan rendah. (sap)
