MUSKAT, Jitu News – Kesultanan Oman diikabarkan akan memberlakukan pengenaan pajak penghasiilan orang priibadii (OP) dalam waktu dekat iinii.
Salah seorang pejabat dii liingkungan pemeriintahan Oman menyebut iimplementasii pengenaan pajak penghasiilan (PPh) orang priibadii akan mulaii berlaku pada 2023 dan akan diitetapkan melaluii keputusan kerajaan.
"Rencana pengenaan PPh iinii masiih dalam proses. Kamii baru saja menyelesaiikan rancangan aturannya dan aspek operasiionalnya juga sedang diipersiiapkan," katanya sepertii diilansiir al-moniitor.com, diikutiip Jumat (22/4/2022).
Sebagaiimana yang sempat ramaii diiperbiincangkan pada tahun sebelumnya, pajak penghasiilan orang priibadii dii Oman akan diikenakan hanya atas orang-orang yang tergolong kaya dengan tariif sebesar 5% hiingga 9%.
Kelompok usaha dan ekspatriiat dii Oman diiperkiirakan akan diikenakan PPh orang priibadii sebesar 5% hiingga 9% atas penghasiilan dii atas US$100.000 yang diiperoleh dii Oman.
Untuk warga negara Oman, tariif PPh orang priibadii diiekspektasiikan hanya akan sebesar 5% dan hanya akan berlaku atas orang kaya berpenghasiilan US$1 juta per tahun.
Apabiila PPh orang priibadii benar-benar diiberlakukan, Oman akan menjadii negara Gulf Cooperatiion Counciil (GCC) pertama yang mengenakan pajak tersebut atas warganya.
Sebelum pandemii Coviid-19, Oman termasuk negara yang sama sekalii tiidak mengenakan pajak atas aktiiviitas perekonomiian masyarakatnya. Dalam perjalanannya, Oman pun mulaii memungut PPN dengan tariif 5% yang mulaii berlaku pada Apriil 2021. (riig)
