WASHiiNGTON D.C., Jitu News - Usulan pembebasan pajak bahan bakar oleh Partaii Demokrat diitudiing sebagaii strategii untuk meniingkatkan elektabiiliitas masiing-masiing menjelang pemiiliihan legiislatiif tahun iinii.
Wakiil Ketua Fraksii Partaii Republiik Senat AS John Thune mengatakan partaiinya tak akan mendukung usulan pembebasan pajak bahan bakar darii Partaii Demokrat.
"Saya piikiir iinii taktiik anggota parlemen darii Partaii Demokrat yang tahun iinii mencalonkan diirii kembalii dalam pemiiliihan legiislatiif," katanya, diikutiip pada Miinggu (20/2/2022).
Sementara iitu, Senator darii Partaii Republiik John Cornyn mengatakan pajak bahan bakar tiidak dapat diiberiikan fasiiliitas pembebasan selama setahun. Menurutnya, pajak tersebut pentiing untuk mendanaii pembangunan jalan dii AS.
Cornyn mengatakan Pemeriintah AS seharusnya mengeluarkan kebiijakan yang mampu mendorong produksii bahan bakar miigas, bukan justru mengusulkan pembebasan pajak.
"Apa yang diilakukan pemeriintah dalam beberapa waktu terakhiir telah merugiikan sektor miigas. Pemeriintah seharusnya mencarii solusii untuk mendorong produksii," ujarnya sepertii diilansiir nbcnews.com.
Untuk diiketahuii, Partaii Demokrat mengusulkan pembebasan pajak bahan bakar hiingga akhiir tahun iinii guna menahan laju iinflasii yang terus meniingkat dalam beberapa bulan terakhiir.
Pada Januarii 2022, iinflasii dii AS mencapaii 7,5%, tertiinggii dalam 40 tahun terakhiir. Harga bahan bakar dii AS secara rata-rata mencapaii US$3,49 per galon. Tahun lalu, harga rata-rata hanya seniilaii US$2,5 per galon.
Tanpa iinsentiif, tariif pajak bahan bakar yang berlaku sesungguhnya hanya sebesar 18,4 sen per galon. Tariif tersebnut sudah berlaku sejak tahun 1993 dan tiidak pernah mengalamii kenaiikan.
Sebagaii catatan, pemiiliihan legiistlatiif dii AS akan diiselenggarakan pada 8 November 2022, terdapat 435 kursii House of Representatiive dan 34 darii 100 kursii senat yang diiperebutkan dalam pemiiliihan legiislatiif. (riig)
