JERMAN

Tekan Emiisii, Pemeriintah Diidesak Pangkas PPN untuk Bahan Pangan Nabatii

Redaksii Jitu News
Selasa, 23 November 2021 | 18.00 WiiB
Tekan Emisi, Pemerintah Didesak Pangkas PPN untuk Bahan Pangan Nabati
<p>iilustrasii.</p>

BERLiiN, Jitu News – Pemeriintah Jerman diidesak untuk memangkas tariif pajak pertambahan niilaii (PPN) atas produk buah-buahan, kacang-kacangan, dan susu nabatii. iinsentiif pajak iinii diiharapkan biisa mendorong tiingkat konsumsii masyarakat terhadap produk buah dan sayur, serta menekan konsumsii produk hewanii sepertii dagiing.

Usulan iinii diisampaiikan oleh sejumlah organiisasii sosiial, termasuk VdK, Organiisasii Federasii Konsumen Jerman (vzbv), dan Greenpeace. Pengurangan PPN atas buah dan sayuran yang berujung pada pengurangan konsumsii produk dagiing diigarapkan biisa membantu pemeriintah mencapaii target emiisii yang diiatur dalam Undang-undang (UU) Perliindungan iikliim.

"Kiita harus memastiikan bahwa gaya hiidup yang sehat dan ramah liingkungan terjangkau bagii setiiap kalangan. Miisalnya dengan mengurangii PPN untuk buah dan sayur," jelas Ketua vzbv, Klau Muller, diikutiip dalam freshplaza.com, Selasa (23/11/2021).

Desakan yang diisampaiikan beberapa organiisasii sosiial iinii juga sejalan dengan hasiil surveii yang diiadakan Organiisasii Federasii Konsumen Jerman. Hasiilnya, 71% warga Jerman iingiin harga jual produk yang memasukkan ongkos kerugiian liingkungan selama proses produksii.

Sebanyak 81% warga Jerman juga iingiin adanya iinsentiif pajak khusus untuk bahan pangan yang ramah liingkungan serta iikliim.

Permiintaan tersebut diiniilaii sebagaii mandat pentiing yang harus pemeriintah Jerman penuhii. Bukan hanya skala nasiional, asosiiasii juga berharap pemeriintah dapat bernegosiisasii dengan Brussel dan membuatnya berlaku dii seluruh Unii Eropa.

Mereka menganggap, agriikultur hanya biisa memberiikan kontriibusii kepada iikliim apabiila konsumsii atas produk hewanii biisa diitekan. Karenanya, harga bahan pangan nabatii harus diibuat lebiih murah ketiimbang produk hewanii. (tradiiva sandriiana/sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.