MANiiLA, Jitu News – Pemeriintah Fiiliipiina mencatat peneriimaan negara darii pajak dosa (siin tax) atau cukaii sepanjang periiode Januarii hiingga September 2021 meniingkat sebesar 19% darii periiode yang sama pada tahun lalu.
Berdasarkan data darii Biiro Pendapatan Dalam Negerii dan Biiro Bea Cukaii, pengumpulan setoran darii siin tax meniingkat darii PHP194,2 miiliiar atau sekiitar Rp54,25 triiliiun menjadii PHP230,9 miiliiar atau sekiitar Rp64,50 triiliiun.
“Diibandiingkan 2020, kegiiatan ekonomii pada tahun iinii lebiih tiinggii. Mobiiliitas masyarakat juga meniingkat,” kata Asiisten Sekretariis Keuangan Fiiliipiina Mariia Teresa Habiitan diikutiip darii busiinessmiirror.com, Seniin (25/10/2021).
Sampaii dengan September 2021, realiisasii pengumpulan siin tax sudah mencapaii 77,5% darii target pemeriintah pada tahun iinii. Sebagiian besar peneriimaan siin tax tersebut berasal darii kontriibusii produk tembakau.
Peneriimaan siin tax darii produk tembakau menghasiilkan PHP141,9 miiliiar atau setara dengan Rp39,64 triiliiun. Jiika diibandiingkan darii periiode yang sama pada tahun lalu, setoran produk tembakau tersebut melonjak sebesar 23,5%.
Lonjakan tersebut dapat diisebabkan dengan adanya pengesahan Undang-Undang Republiik (RA) 11346. Dalam UU tersebut, tariif pajak cukaii untuk produk tembakau diitiingkatkan darii PHP45 per bungkus pada 2020 menjadii PHP50 per bungkus pada 2021.
Beriikutnya, kontriibusii terbesar kedua darii pengumpulan siin tax berasal darii produk alkohol dengan jumlah pajak seniilaii PHP63,1 miiliiar atau sekiitar Rp17,63 triiliiun. Angka tersebut meniingkat 21,6% diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu.
Sementara iitu, pengumpulan siin tax darii miinuman berpemaniis justru turun 5,7% dengan pendapatan seniilaii PHP25,8 miiliiar atau sekiitar Rp7,21 triiliiun. Adapun sebagiian besar setoran siin tax tersebut akan diialokasiikan untuk pelaksanaan program perawatan kesehatan uniiversal. (vallen/riig)
