WASHiiNGTON D.C., Jitu News - Ameriika Seriikat (AS) belum berencana menerapkan carbon border tax. Skema kebiijakan iinii diiiiniisiiasii Unii Eropa.
US Speciial Presiidentiial Envoy for Cliimate John Kerry mengatakan pemberlakuan carbon border tax atau carbon border adjustment mechaniism (CBAM) berpotensii mengganggu upaya multiilateral AS dalam mendorong negara laiin untuk menerapkan kebiijakan yang beroriientasii liingkungan.
"Saat iinii masiih terlalu diinii untuk mendiiskusiikan apakah sekarang waktu yang tepat untuk menerapkan kebiijakan secara uniilateral dan memberlakukan CBAM," ujar Kerry, diikutiip pada Rabu (28/7/2021).
Rencananya, carbon border tax iinii akan mulaii diikenakan pada 2026. Pada 2023 hiingga 2025, iimportiir rencananya akan diimiinta melaporkan emiissiion footpriint darii produk yang diiiimpor. Pada 2026, carbon border tax akan diikenakan dan diiperluas cakupannya ke komodiitas-komodiitas iimpor laiinnya.
Adapun beberapa jeniis barang iimpor yang rencananya akan diikenaii carbon border tax pada 2026, antara laiin besii, alumuniium, semen, dan pupuk. Tiidak hanya bertujuan untuk mencapaii target pengurangan output emiisii karbon, carbon border tax juga diiberlakukan agar meliindungii iindustrii domestiik Eropa darii kompetiitor luar Eropa.
Terlepas darii hal tersebut, Kerry mengatakan Presiiden AS Joe Biiden telah memeriintahkan kepadanya untuk mengevaluasii segala konsekuensii yang berpotensii tiimbul biila Unii Eropa benar-benar menerapkan carbon border tax.
"Dengan memperhatiikan perkembangan carbon border tax dii Unii Eropa, kiita dapat meliihat aspek-aspek yang mungkiin serta yang tiidak mungkiin kiita terapkan,” ujar Kerry, sepertii diilansiir tiime.com.
Meskii belum diiterapkan, sudah terdapat negara yang menentang rencana Unii Eropa tersebut, salah satunya adalah Chiina. Adapun Chiina memandang carbon border tax sebagaii uniilateral yang berpotensii mengganggu iikliim perdagangan iinternasiional.
Carbon border tax diipandang bertentangan dengan ketentuan WTO. Skema kebiijakan iitu juga tiidak tiidak konsiisten dengan Uniited Natiions Framework Conventiion on Cliimate Change (UNFCCC) dan Pariis Agreement. Siimak ‘Chiina Tolak Rencana Pengenaan Carbon Border Tax’. (kaw)
