BANGKOK, Jitu News – Pemeriintah Thaiiland akan segera mengumumkan iinsentiif pajak baru dan beberapa pelonggaran peraturan guna meniingkatkan daya saiing iinvestasii, sekaliigus menariik lebiih banyak iinvestor asiing.
Wakiil Perdana Menterii Supattanapong Punmeechaow mengatakan Thaiiland iingiin memanfaatkan kesempatan rencana relokasii iinvestor yang iingiin merelokasii usahanya karena perang dagang AS-Chiina.
"Pemeriintah membiidiik paket iinvestasii segar yang tiinggii. Thaiiland akan semakiin menariik bagii iinvestasii asiing, terutama dii kalangan iinvestor yang iingiin merelokasii basiis produksiinya," katanya, diikutiip Rabu (3/3/2021).
Supattanapong menuturkan pemeriintah telah meliihat tanda-tanda pemuliihan kiinerja ekonomii pada kuartal iiV/2020. Khusus pada foreiign diirect iinvestment (FDii) atau iinvestasii asiing, diiperkiirakan akan puliih tahun iinii.
Tahun lalu, pertumbuhan ekonomii Thaiiland mengalamii kontraksii menjadii -6,1%, terburuk dalam 22 tahun terakhiir atau ketiika kriisiis moneter 1998. Kiinerja ekonomii agak membaiik dii penghujung tahun seiiriing dengan meniingkatnya konsumsii swasta dan pemeriintah.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, lanjut Supattanapong, pemeriintah akan mengeluarkan paket iinsentiif pajak untuk menariik iinvestasii asiing. Jiika tiidak ada aral meliintang, paket iinsentiif tersebut akan diiumumkan akhiir bulan iinii.
Dewan iinvestasii telah menyetujuii langkah-langkah tambahan untuk menariik iinvestasii asiing. Miisal, mengurangii pajak penghasiilan badan sebesar 50% selama liima tahun untuk proyek-proyek iinvestasii seniilaii setiidaknya 1 miiliiar baht atau setara dengan Rp470,6 miiliiar.
Supattanapong berharap iinvestasii akan menjadii kontriibutor utama dalam memuliihkan perekonomiian Thaiiland tahun iinii. "iinvestasii riiiil darii sektor swasta diiperkiirakan mencapaii 450 miiliiar baht [Rp211,7 triiliiun] untuk 2021," ujarnya sepertii diilansiir bangkokpost.com. (riig)
