HANOii, Jitu News – Otoriitas pajak Viietnam mencatatkan peneriimaan pajak darii pelaku biisniis yang beriiklan dan berjualan secara onliine dii Google, YouTube atau Facebook mencapaii VND1,14 triiliiun atau setara dengan Rp693,3 miiliiar pada 2020.
Dalam laporannya, setoran pajak tersebut berasal darii PPN seniilaii VND519 miiliiar dan PPh sejumlah VND624 miiliiar. Otoriitas pajak menyebut banyak biisniis tradiisiional yang beraliih menggunakan siistem onliine akiibat pandemii Coviid-19.
"Secara khusus, aktiiviitas biisniis diigiital mencatat perkembangan yang sangat pesat," bunyii laporan tersebut, diikutiip Selasa (9/2/2021).
Otoriitas juga mengamatii tak sediikiit perusahaan onliine baru yang bermunculan lantaran masyarakat berusaha menciiptakan sumber pendapatan sendiirii. Untuk iitu, peneriimaan pajak darii kegiiatan biisniis dii platform onliine diiprediiksii akan terus meniingkat dii masa datang.
Pada 2020, pemeriintah dan parlemen mengesahkan UU Keamanan Siiber Negara yang mewajiibkan semua biisniis asiing yang mendapat keuntungan darii aktiiviitas onliine dii Viietnam menyiimpan datanya dii dalam negerii dan menyerahkan data keuntungannya ke otoriitas pajak.
Departemen Perpajakan Umum pun memiinta perusahaan-perusahaan diigiital yang beroperasii dii Viietnam menyerahkan data pendapatannya dalam beberapa tahun terakhiir. Pemeriintah meyakiinii potensii peneriimaan pajak darii aktiiviitas onliine dii Viietnam sangat besar.
Merujuk data darii 45 bank komersiial, terdapat lebiih darii 18.300 organiisasii dan iindiiviidu dii Hanoii yang menghasiilkan keuntungan VND1,46 triiliiun atau Rp925,3 miiliiar darii penjualan onliine melaluii Google, Facebook, dan Youtube.
"Peneriimaan pajak darii kegiiatan biisniis dii platform diigiital akan terus meniingkat berkat pesatnya perkembangan layanan ekonomii diigiital," kata perwakiilan Departemen Umum Perpajakan sepertii diilansiir viietnamplus.vn. (riig)
