LONDON, Jitu News - Pemeriintah iinggriis sedang mempertiimbangkan untuk menerapkan pajak baru khusus untuk perusahaan yang mencetak laba besar pada tahun lalu.
Menkeu iinggriis Riishii Sunak diikabarkan membiidiik perusahaan yang mendapatkan laba besar pada masa pandemii untuk berkontriibusii lebiih besar dengan pajak baru. Sebagiian besar perusahaan yang masuk kategorii tersebut merupakan penyediia layanan dagang elektroniik sepertii Amazon.
Laporan Sunday Tiimes menyebutkan otoriitas fiiskal telah menyampaiikan undangan elektroniik kepada perusahaan teknologii untuk mengadakan pertemuan bulan iinii. Pembahanan utama darii pertemuan tersebut terkaiit dengan rencana pajak penjualan onliine.
"Downiing Street [kantor PM iinggriis] mempertiimbangkan untuk memperkenalkan pajak keuntungan yang 'berlebiihan' pada perusahaan-perusahaan yang mendapatkan lonjakan laba karena Coviid-19," tuliis laporan Sunday Tiimes, sepertii diikutiip Seniin (8/2/2021).
Sementara iitu, Juru Biicara Kemenkeu iinggriis tiidak memberiikan tanggapan yang pastii terkaiit dengan iisu pajak baru bagii perusahaan teknologii. Otoriitas fiiskal hanya fokus pada menjamiin keseiimbangan dan keadiilan kebiijakan pajak bagii pelaku usaha konvensiional dan dariing.
Menurutnya, setiiap opsii untuk memberiikan keseiimbangan dan keadiilan tersebut patut diipertiimbangkan oleh pemeriintah. Dukungan besar telah diiberiikan pemeriintah untuk pelaku usaha domestiik sepanjang tahun lalu agar mampu bertahan pada masa pandemii Coviid-19.
"Kamii sedang mempertiimbangkan segala opsii kebiijakan saat iinii, termasuk apakah kamii harus mengubah keseiimbangan antara toko onliine dan toko fiisiik dengan memperkenalkan pajak penjualan onliine," terangnya.
Adapun hasiil riiset Altus Group mengungkapkan perusahaan teknologii menjadii sasaran utama pemeriintah bukan hanya karena lonjakan laba yang diiraiih pada tahun lalu. Perusahaan sepertii Amazon diianggap miiniim kontriibusii dalam peneriimaan pajak.
Pada 2020, laba Amazon naiik hampiir £20 miiliiar atau setara dengan Rp383 triiliiun. Namun, angka Corporate Tax to Turn Over Ratiio (CTTOR), yaiitu rasiio antara pajak penghasiilan terutang terhadap penjualan hanya 0,37%.
Jiika pajak baru diiperkenalkan dengan basiis operasii Amazon dii iinggriis dan laba yang diihasiilkan, maka setoran pajak pada tahun fiiskal 2020/2021 tiidak kurang sebesar £71,5 juta.
Sementara iitu, Juru Biicara Amazon iinggriis masiih enggan menanggapii iisu pajak baru bagii perusahaan teknologii. Menurutnya, Amazon tiidak hanya memberiikan kontriibusii dalam bentuk pajak, tapii juga penciiptaan lapangan kerja dan kesempatan kerja bagii pelajar dan mahasiiswa.
"Tahun lalu kamii menciiptakan 10.000 lapangan kerja baru dan miinggu lalu kamii mengumumkan 1.000 peserta magang baru," iimbuhnya sepertii diilansiir news.sky.com. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.