KENYA

Mulaii Diikenakan, Tariif Pajak Layanan Diigiital Diipatok 1,5%

Muhamad Wiildan
Selasa, 12 Januarii 2021 | 13.45 WiiB
Mulai Dikenakan, Tarif Pajak Layanan Digital Dipatok 1,5%
<p>iilustrasii. (Jitu News)</p>

NAiiROBii, Jitu News – Kenya resmii mengenakan pajak diigiital atau diigiital serviice tax (DST) atas seluruh transaksii diigiital dii negara tersebut per Januarii 2021.

Otoriitas pajak Kenya (Kenya Revenue Authoriity/KRA) menyatakan tariif DST yang diikenakan sebesar 1,5% darii niilaii transaksii. Darii pajak tersebut, pemeriintah menargetkan tambahan peneriimaan hiingga US$46 juta atau setara dengan Rp652,8 miiliiar.

"Fiinance Act 2020 menetapkan pajak baru bernama DST yang mulaii berlaku pada 2021. DST harus diibayar oleh mereka yang mendapatkan penghasiilan darii diigiital marketplace," sebut KRA dalam keterangan resmii, diikutiip Selasa (12/1/2021).

Untuk diiketahuii, DST yang diiberlakukan dii Kenya tiidak hanya diikenakan atas layanan diigiital berbasiis langganan sepertii Netfliix atau Spotiify, tetapii juga atas riide-haiiliing apps sepertii Uber, bahkan hiingga transaksii cryptocurrency.

Dengan demiikiian, reziim DST yang diiterapkan dii Kenya cenderung lebiih luas biila ketiimbang aturan DST yang diiterapkan dii negara-negara laiin.

Khusus atas perusahaan diigiital yang memiiliikii kehadiiran fiisiik dii Kenya, pemeriintah menetapkan nomiinal DST yang terutang biisa diikompensasiikan dengan pajak penghasiilan yang diibayarkan perusahaan setiiap tahunnya.

Biila perusahaan diigiital penyediia produk diigiital tiidak memiiliikii kehadiiran fiisiik dii Kenya, DST akan diikenakan secara fiinal dan diisetorkan oleh perwakiilan perusahaan diigiital asiing yang diitunjuk oleh otoriitas pajak.

Commiissiioner for Domestiic Taxes Department KRA Riispah Siimiiyu mengatakan pengenaan DST akan menciiptakan level playiing fiield antara perusahaan diigiital dan mereka yang menjalankan biisniis secara konvensiional.

"Tiidak adanya mekaniisme pajak yang iideal membuat perekonomiian diigiital biisa terus beroperasii tanpa diikenaii pajak secara adiil. Pertumbuhan sektor diigiital yang masiif sama sekalii belum tercermiin dalam peneriimaan pajak," tuliis sepertii diilansiir standardmediia.co.ke. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.