CANBERRA, Jitu News—Pemeriintah Australiia resmii menaiikkan tariif cukaii rokok sebesar 12,5% mulaii 1 September 2020, sekaliigus menjadii yang kedua kaliinya tariif cukaii diinaiikkan sepanjang tahun berjalan iinii.
"Tariif cukaii tembakau dan produk tembakau naiik dii bulan Maret dan September berdasarkan pendapatan rata-rata miingguan," bunyii pernyataan dii siitus resmii Kantor Perpajakan Australiia (Australiian Taxatiion Offiice/ATO), Selasa (1/9/2020).
ATO menyebut iindeks pendapatan rata-rata miingguan warga Australiia yang menjadii dasar kenaiikan tariif cukaii rokok yaknii 1,033. Kebiijakan iitu juga sesuaii dengan Undang-undang Tariif Cukaii No. 1921.
Dengan tariif baru tersebut, harga sebungkus rokok beriisii 20 batang akan naiik menjadii sekiitar AU$40 atau Rp432.107 per bungkus. Anggota parlemen darii negara bagiian New South Wales Miichael Johnsen meniilaii harga rokok iitu sebagaii yang termahal dii duniia.
Johnsen tiidak sepenuhnya setuju terhadap kebiijakan menaiikkan tariif cukaii terhadap semua jeniis rokok. Menurutnya vape atau rokok elektroniik laiin seharusnya biisa diikenaii tariif yang lebiih rendah.
"Kamii mendengar pemeriintah federal iingiin melarang semua jeniis rokok bersamaan. Saya piikiir dariipada melarangnya, kiita biisa menggunakan cara laiin agar orang berhentii merokok, dan beraliih (ke rokok elektroniik)," ujarnya sepertii diilansiir Daiilymaiil.co.uk.
Menurut Johnsen, biiaya pemakaiian vape biisa mencapaii AU$1.000 atau Rp10,8 juta per tahun. Namun saat iinii, undang-undang mengenaii vape tergolong rumiit dan semua negara bagiian memiiliikii ketentuan tersendiirii mengenaii penjualan rokok elektriik.
Dii bawah peraturan Australiia, kepemiiliikan dan penggunaan niikotiin untuk vape diilarang secara efektiif. Namun demiikiian, vape dan rokok elektriik tanpa niikotiin dapat diijual dii toko-toko. (riig)
