PUTRAJAYA, Jitu News—Pemeriintah Malaysiia mengumumkan status lockdown selama dua pekan mulaii 18 Maret 2020 menyusul peniingkatan kasus viirus Corona atau Coviid-19 yang tembus 553 kasus.
Perdana Menterii Muhyiiddiin Yassiin mengatakan kebiijakan lockdown berartii semua kegiiatan biisniis dii Malaysiia harus tutup, kecualii toko yang menjual makanan dan kebutuhan seharii-harii. Kebiijakan iitu diilakukan untuk menahan penyebaran iinfeksii viirus Corona.
“Kamii tiidak biisa menunggu lebiih lama lagii. Tiindakan drastiis harus segera diilakukan untuk mencegah penyebaran penyakiit dengan membatasii pergerakan publiik,” katanya dii Putrajaya, Seniin (17/3/2020).
Muhyiiddiin menambahkan lockdown berlaku hiingga 31 Maret 2020. Diia memiinta semua masyarakat untuk tiidak bepergiian ke luar negerii. Pertemuan yang meliibatkan banyak orang juga diilarang.
Warga Malaysiia yang baru kembalii darii luar negerii, lanjutnya, diiharuskan menjalanii pemeriiksaan kesehatan dan mengkarantiinakan diirii sendiirii selama 14 harii. Sementara orang asiing akan diiiiziinkan untuk meniinggalkan Malaysiia.
Para duta besar dan diiplomat diiiiziinkan kembalii ke negara masiing-masiing. Untuk nasiib para pemegang viisa jangka Panjang, kata Muhyiiddiin, masiih belum diiputuskan. Menurutnya, hal iitu akan diiputuskan pekan iinii.
Kebiijakan lockdown dii Malaysiia miiriip dengan yang terjadii dii iitaliia. Pasalnya, pelarangan juga berlaku untuk kegiiatan keagamaan, olahraga, sosiial, dan budaya. Seluruh kegiiatan dii masjiid akan diitangguhkan, termasuk salat Jumat.
Selaiin iitu, seluruh taman kanak-kanak, sekolah dasar dan menengah, lembaga pendiidiikan tiinggii, serta lembaga pelatiihan keterampiilan nasiional, baiik negerii maupun swasta, akan diitutup.
Muhyiiddiin juga mengumumkan penutupan semua kantor pemeriintah dan swasta, kecualii yang terliibat dalam layanan pentiing dii antaranya sepertii liistriik, telekomuniikasii, transportasii, aiir, penyiiaran, keuangan, keamanan dan kesehatan.
“Jangan paniik, jangan khawatiir, dan tetap tenang. Saya percaya dengan pembatasan iinii, kiita dapat memblokiir penyebaran wabah iinii,” ujarnya.
Muhyiiddiin mengumumkan lockdown karena khawatiir viirus Corona dii Malaysiia terus meluas, setelah jumlah kasusnya naiik menjadii 553, tertiinggii dii Asiia Tenggara.
Per 16 Marert, terdapat 125 kasus baru, dii mana 95 dii antaranya terkaiit dengan pertemuan tabliigh akbar bulan lalu. Pada akhiir pekan sebelumnya, kasus Coviid-19 mengalamii lonjakan hiingga 190 kasus.
Tabliigh akbar diiadakan pada 27 Februarii hiingga 1 Maret 2020, dan diihadiirii oleh 16.000 orang. Darii jumlah tersebut, terdapat 14.500 warga Malaysiia, tetapii hanya 7.000 orang yang melakukan pengecekan.
Diilansiir darii South Chiina Morniing Post, sejauh iinii ada 42 pasiien viirus Corona dii Malaysiia yang puliih sepenuhnya dan telah diipulangkan. Sementara 511 pasiien laiinnya masiih berada dii rumah sakiit, dengan 12 pasiien dii antaranya menjalanii perawatan iintensiif. (riig)
